Tuesday, November 11, 2014

Secuil Wisata Narsis di Batu Malang

"Hidup akan lebih mudah jika kamu memutuskan tuk menikmati apa yg kamu miliki
 daripada menyesali apa yg telah terjadi..."

Fanassssssss, itu yang bisa aku ungkap kan di beberapa menit terakhir ini, entah mengapa suasana bumi ini semakin lama panasnya semakin berada pada titik didih yang sangat tidak terjangkau #edisi lebay... Dan tiba tiba saja panas yang dashyat ini memberikanku inspirasi untuk kembali menulis sebuah cerita perjalanan yang lumayan cukup panjang, kurang lebih berdurasi 2x24 jam....heheheee.. Haduw, bisa kepanjangan lagi nich narasinya, langsung cus ke tkp aja lah, dari pada cerewet keliatan alaynya....., tapi harus tetap bersyukur, toh hujan juga sudah mulai sedikit demii sedikit mengguyur tanah kelahiranku ini, Allhamdulillah #Edisi Bersyukur.
Meskipun baru bisa kesampaian posting posting gambar hasil oleh-oleh liburan beberapa waktu silam, tapi ngga mengapa, kenangan itu tidak akan pernah lekang oleh waktu....#sing song dulu, padahal aku ngga suka tuh lagu-lagunya Samson (Tak lekang oleh waktu bener lagunya Samson bukan sih??... #tanya mb admin sebelah dulu#....wkwkwk,, aku kopong banget, itu kan lagunya Krispatih.... jedotin kepala di atas meja). Ups sorry...capek yach baca tulisan aku yang berisik terus, oke oke... dongeng-nya aku mulai ajah...
Beberapa pekan yang lalu, tepatnya tanggal 18-19 Oktober 2014, aku akhirnya punya kesempatan untuk ikut tour keluar kota yang kali ini lumayan “agak” jauh, tepatnya ke Kota Batu Malang Jawa Tmur Indonesia (Masih Indonesia kok,,,,,, hehehe). Pada moment ini, aku ngikut my lovely Ballo Bear liburan dalam rangka tour tim IT diperusahan tempat my Hubby bekerja. Kami berangkat dari Boyolali hari Jumat malam, sekitar pukul 22.00, dengan armada bus pariwisata berkapasitas sekitar 25an penduduk. Bus tersebut sebelumnya transit di Kantor baru kemudian menjemput di masing masing titik kumpul (Berhubung lokasi yang saling berpencar), setelah semua anggota Tour komplit, kami melanjutkan perjalan melewati Sragen kota-Ngawi-Madiun-Kediri, kemudian belok ke arah pare, lanjut perjalanan sampai di daerah Batu. Sepanjang perjalanan, suasana sangat hening, yachh tentu saja karena hampir semua terlelap dalam tidur (Or karena orang-orangnya yang pada anteng yach?? Waktu ke Kebumen bareng anak anak ICI dulu, meskipun jalannya malam, tapi di beberapa jam perjalanan awal, juga masih pada berisk aja.. #pengaruh orangnya mungkin yak). Yeach, aku adalah salah satu tipe orang yang susah tidur kalau pingin menikmati perjalanan, tapi apa yang mau dinikmati nich, kanan kiri pemandangnnya gelap gulita, so efek kantuk pun memaksaku terlelap, namunn tetep saja, sesekali mata ini terjaga, memperhatikan pemandangan luar, barangkali menemukan papan nama lokasi, sudah sampai manakah aku, sekitar pukul 02.40an, bus kami masih berjalan perlahan disekitar Nganjuk, beruntung masih dapat signyal yang lumayan, so aku masih bisa manfaatkan navigator yang ada di HP, menuju Batu masih sekitar 2-3 jam lagi...haduw, rasanya pantat udah pedesss. Setelah masuk daerah Pare, jalan mulai menyempit, tanjakan tanjakan semakin banyak pula. Sekitar pukul 05.00 kami berhenti di pom bensin untuk sholat subuh, lalu melanjutkan perjalan kembali. 

Pemandangan saat perjalanan menuju ke Batu
Pemandangan pegunungan semakin jelas terlihat, tapi karena dari jam 03.00 mataku ngga mau merem, ehh,,,kini mendadak mataku susah melek, bangun bangun udah sampai didepan mess/ villa. Haduw,,, udah ketebak dech kalau aku ngga nyenyak tidur, kepala jadi pening sebelah, sumpah nich pasti hari hariku jadi ngga nyamannnn..... 
Narsis Di Depan Villa
Suasana di Dalam Bus Saat Menuju Jatim Park 1
Setelah mandi, kami sarapan bersama, trus cusss ke TKP, lokasi yang kami kunjungi adalah Jawa Timur Park 1 (Sebenarnya berharap di Jatim Park 2, lebih mahalll, lebih baru, lebih luas, lebih banyak view buat foto-foto... tapi ngga apalah, Jatim park 1 juga okey, gratisan ini....upsss). Jarak Mess ke Lokasi Jatim park 1 emang ngga terlalu jauh, paling cuman butuh 5 menit, sebelum sampai ke Jatim Park 1, bus kami juga sempat melewati BNS (Batu Night Spectakuler) plus Jatim Park 2 (Haduw, gedung musem binatangnya udah bikin ngilerrrrr). 
Narsis Di Depan Jatim Park
Sampai di TKP, kami sempatkan berfoto besama dulu, sebelum akhirnya menuju loket. Kami diberi gelang tanda pengunjung, gelang unik ini terbuat dari kertas, namun ngga mudah rusak dan anti air lho.. Tiket masuk dibandrol sekitar Rp. 75.000,- per kepala, setiap pengunjung yang bisa menunjukkan gelang tadi, bisa menikmati semua arena yang ada di dalam Park 1 gratis, kecuali beberapa arena khusus, seperti Flying Fox, Gocart, dll. 
Gelang Pengunjung
Memasuki pintu depan, kami disambut dengan para pekerja bangunan yang sedang menyelesaikan beberapa objek baru, rencana ada 2 wahana baru yang sedang dalam proses pembuatan, wahana itu adalah Keraton Nusantara dan Human Body Museum. 
Suasana Bangunan yang Sedang dalam Proses Pembuatan
Memasuki arena pertama, akan dipertemukan dengan bangunan yang dalam proses pembangunan...hehhee, eh tapi iya bener kok... setelah menyusuri jalan setapak akan ada beberapa stand ruang yang memamerkan budaya Indonesia, ada reog ponorogo, pecinan, budaya daerah minang, 
Berlanjut lagi menyusuri jalan, akan masuk ke museum mini Matematika-Fisika-Kimia, berhubung kepala mulai cekot cekot, aku malas dan lamgsung melanjutkan rute perjalanan, kami disambut dengan kebun sayur dan buah mini, ada beberapa buah raksasa juga yang sempat aku abadikan foto-fotonya (kayakny fotoku masih agak pucat pasi nich... masih jet lag), 
Lanjut ikutin jalur lagi, bertemu miniatur candi dan tempat peribadatan lain, seperti masjid dan gereja. Menyusuri jalan, kami bertemu dengan jembatan mini, oh ya..sebelum masuk kami juga dibekali brosur lokasi yang juga berisi peta petunjuk pos lokasi obyek di Jatim park 1. 
Peta Denah Lokasi di Jatim Park 1
Sebelum masuk kesebuah museum mini yang didalamnya berisi sejarah indonesia dan beberapa miniatur rumah adat Indonesia, aku mampir untuk beli juice orange dulu dan berfoto didepan pintu masuk yang berbentuk belalai gajah. 
Galleri Numismatik, Sejarah Uang di Indonesia
Di segmen pertema, akan disambut dengan berbagai jenis mata uang yang pernah berlaku di Indonesia, kemudian di segmen kedua, ada ruang khusus minitur sejarah pergerakan bangsa Indonesia, seperti di Monument Jogja Kembali namun hanya dalam ukuran mini, 
Gallery Sejarah Indonesia
Gallery Miniatur Keraton Nusantara
Gallery Pos Indonesia
keluar dari sana, di segmen ketiga, sudah ada bagian miniatur rumah adat diberbagai daerah Indonesia, di segmen terakhir, ada sejarah kantor pos plus boneka pak pos dengan sepeda ontelnya.
Keluar dari belalai gajah, dipinggir jalan setapak, kanan kiri juga masih ada miniatur zaman purba dan beberapa miniatur lain, serta beberapa jenis binatang purba. 
Gallery Pra Sejarah
Mengikuti langkah selanjutnya, kami dipertemukan dengan wahana bermain anak anak dan taman-taman mini, sampai akhirnya masuk ke wahana utama yang berisi banyak permainan serta kolam renang seperti di Pandawa. Sedari awal aku sudah ngga terlalu suka dengan cebur ceburan di kolam renang (panas,, takut makin item), akhirnya aku hanya keliling-keliling, foto foto sambil ngliat beberapa wahana yang layak dicoba, gratissss gitu lho !!.
Adapun beberapa wahana yang bisa di nikmati disana, seperti Pendulum (3600), agak ngeri nich wahana satu ini, bentuknya seperti yang ada digambar, peserta tinggal duduk saja dikursi, nanti itu alat dah muter muter, mbolak mbalik, jadi kayak botol merica bubuk yang lagi dikocok kocok. Dengan separuh kepala yang sedang berputar-putar, aku bener-bener udah ill feel sama itu wahana. Ada juga, Starmix atau apalah, pokoknya ada Star-starnya gitu....oh iya Star Case. Bentuknya kayak motor balap, tapi ditata muter, permainannya yach tinggal diputer kedepan plus ada efek gelombangnya, semakin lama semakin cepet muternya, parahnya ngga cuman diputer maju, pake di puter mundur juga ... olalalaa, sempet ada yang bilang itu permainan udah kayak mixer.. hehee !!..  
Ada juga permaian unggulan, Tornado... kalau ini aku ada niat pingin ikutan main, tapi My Koko Pasti ngga berani, eh..malah sampai disana Tornadonya dalam prose Maintenis #maintance maksudnya... gatot dech !!!. Masih ada lagi wahana permainan lainnya yang tidak terlalu xtrim, seperti Rumah Hantu, Gocart (Ini salah satu wahana yang mesti bayar lagi, sekali puter @20rb), dan masih banyak lagi wahana lain yang nanti aku list di bawah dech. 
GALLERY FOTO JATIM PARK
Dari sekian banyak wahana yang ada, aku paling minat itu naik Roller Coaster, harapanku ketemu Roller Coaster yang panjang, muter muter trus rada xtrim, tapi sayangnya disana ngga ada Roller Coaster yang aku harapkan, adanya Roller-Roller mini, yang sebelumnya sudah sempat aku cek videonya di Youtube. Adapun jenis jenis Roller yang ada disana, Spinning Coaster.. yap ini adalah wahana pertama yang aku naiki, sejenis Roller biasa cuman hanya jalan satu motor aja, satu motor untuk 4 penumpang, uniknya, setiap di tikungan, motor itu ikut berputar, jadi rasanya kayak kelempar gitu, seruu abisss dech, kepala jadi semakin kopyor dech nich. 
Wahana Roller berikutnya yang menarik hati adalah Sepeda Udara, jalurnya tuh panjang bangetttt....jadi bikin ngiler, eh sayangnya pas mau naik, loketnya belum dibuka karena anginnya masih kenceng, belum berani narik...hehee. Yach,,, agak kecewa juga sich, tapi ya sudah dech, Koko diajakin ke rumah hantu juga ngga mau, endingnya mangkal di Food Court, uniknya, kalau mau beli di sini, harus deposit dulu ke kasir, minimal Rp. 20.000,- trus dikasih kartu kayak kartu kredit gitu, tapi ini namanya kartu apa ya? Debit kah? End kalau udah punya kartu ini baru bisa beli makanan di beberapa stand dengan gesek kartu. Sembari nunggu Koko Bear Sholat, aku pesen jeruk panas dan Burger. 
Seusai itu, makan siang pun dimulai... hahhahahaa.... seusai makan siang, kok hawanya jadi ngantuk, kepala yang agak kopong menggoda ku untuk memejamkan mata. Akhirnya.....aku pun tiduran dikursi foodcort sama salah satu peserta tour yang kayaknya juga terkantuk kantuk. Setengah jam kemudian, aku melanjutkan keliling lokasi, karena ada sebagian yang belum sempat aku itari.... langkah pertama kami menuju ke Drgon Coaster, nyaris sama sich, cuman bedanya ini 3x putaran, dan ketika berada di posisi belokan yang nanjak, mesinnya semakin dipercepat, jadi rasanya kayak mau terbang gitu.. lanjut lagi jalan ke arena lain, sampai di bioskop 3D, tapi cuman lewat doank, trus sampai di tempat pertunjukan Diorama,
Gallery Ikan
sebelahnya ada museum ikan, menampilkan beberapa koleksi ikan laut dan tawar, plus aquarium yang unik. Ikutin jalan lagi, sampai di Volcano Coaster, modelnya ya kayak Roller Coster gitu (Biar kayak di Detektip Conan), cuman ada bangunan mirip gunung, itu keretanya masuk ke dalam badan gunung, kalau dari Youtube didalamnya ada stalagmid dan Stalagtid buatan, berhubung antriannya panjang banget, aku kurang tertarik untuk naik... kami pun melanjutkan sholat Ashar kemudian kembali ke FootCourt. Eh, pas duduk duduk disana, mendadak pandangan mata tertuju ke arah Sepeda Udara yang mulai di cek jalan sama petugasnya, langsung aku&koko dan Duta&Lia yang sedari tadi udah ngiler pingin naik itu, langsung ngikut antri, bersyukur kami langsung cus, ternyata antriannya panjang banget. 
Sepeda udara itu yang wujudnya kayak gambar yang aku lampirkan, ternyata itu jalan satu satu, jalannya juga pelan... pas aku jalan alunan music yang diputar adalah Breakaway versi cewek, haduww.. jadi romantis banget, di sertai pemandangan yang luar biasa. Usai naik Sepeda Udara, kami kembali duduk duduk di FootCourt, foto foto, sekitar jam 16.30 cuss kembali ke Villa. Sebenarnya masih ada satu wahana yang pingin aku naiki, itu adalah bianglala... yang kayak baling-baling, yang biasa ada di pasar malam kampung, tapi yang di Batu ini lebih besar diameternya, eh,,, setelah nanya sama kakak ipar, ternyata bianglala itu ada nya di alun alun Batu... hmmmmmmmmmmmm
Sesampai di Villa, aku langsung mandi, terus rebahan dan tidur berharap sisa sisa pening bisa menghilang, so ntr malam pas acara api ungun bisa nyaman. Yeach, bangun bangun udah sekitar abis Isya, aku trus cus makan malam (Enak bener yach, kebetulan pas tour ini aku lagi ngga Sholat). 
Acara Malam
Abis makan malam, langsung acara api ungun, acara inti ramah tamah lalu permaian seru, ditutup dengan bakar bakar jagung sama sosis. Menjelang pukul 22.00, sebagain rombongan menyiapkan diri untuk mengunjungi BNS, karena ngga semua ikut dan lokasi juga  masih bis ditempuh dengan berjalan kaki, akhrinya kami sekitar ber delapan orang pun udah kayak anak pramuka mencari jejak (Kali ini my Bear ngga ngikut, dia mah kalau udah tau jalan gitu jadi minder, paling juga ngga kuat). Jalan yang kami lalui itu udah beneran kayak jurit malam, udah lewat tegalan, jalan berdebu, gelap gulita, dikiranya deket kali yach... tapi ternyata kok yaaaa jauh... demi sebuah BNS, ngapain jauh jauh ke Batu Malang kalau ngga sekalian ke BNS #masih ngarep ke Jatim Park 2 sekalian... jauh bro kalau mesti ke Batu sendirian...heheee!!!.
Berhubung kunjungan BNS ini kunjungan pribadi, untuk tiket masuk seharga Rp. 25.000,- dibebankan ke person masiing masing, eh giliran baru mau ngeluarin duit buat bayar, pak Bos yang kebetulan juga ikut tiba tiba ngasih duit buat bayaran semua person yang ikut, haduwww...aku kok jadi agak gimana gitu ya, ngga enak hati banget. Memasuki pintu masuk BNS, kami sudah disambut ar
ena permaianan seperti Flying Swinger, Bumper Car, Rumah hantu, Sepeda Udara, Taman Lampion, Rumah Kaca Piramid, Bioskop 4D, dll. 
Pemandangan yang unik adalah pancaran lampu berwrna warna yang membuat suasana makin keren. Langkah kaki kami pertama langsung tertuju pada Sepeda Udara, meskipun siang udah coba di Jatim park 1, tapi kayaknya masih pingin lagi nich menikmati Sepeda Udara di malam hari. Kami pun antri karcis di loket dulu, karena ternyata di setiap wahana di BNS, masih harus mengeluarkan kocek lagi, rata rata satu wahana Rp. 10.000,-. Eh, lagi lagi, pas mau bayar, pak Bos-nya kembali ngasih uang buat beli tiket, untungnya cuman beberapa orang aja yang naik Sepeda Udara.  Kali ini satu sepeda aku naik feat sama Tika, ia agak takut ketinggian gitu... hehe, eh uniknya kalau sepedanya yang ini ada setirannya, kalau setirannya di putar, sepedanya bisa muter berbalik arah. 
Dari atas ini bisa kelihatan semua wahana yang ada di BNS dan lampu lampu yang berkerlap kerlip indah. Satu putaran kelar, kami turun dan berniat masuk ke Taman Lampion, sambil sembunyi sembunyi biar ngga ketuhan pak Bos, sungkan kalau ntr dibayarin lagi.. eh gilran bisa lolos, malah loketnya udah tutup, karena emang udah sekitar jam 12.00, ngga ngrasa banget nich,,, hehehe.... Karena emang udah mau tutup, yasudah dech... kami pun memutuskan untuk kembali pulang, dan perjalan menuju ke Mess rasanya semakin menyiksa, bagaimana tidak,,, jalannya nanjak, masih pake gelap dan penuh kerikil...hehee, tapi demi BNS, kereeeennnn dech... dari pada Koko, jauh jauh sampai Batu, cuman buat tidurrr.... rugiiiiii dunk !!!
Keesokan harinya, setelah selesai sarapan, agenda kami hanyalah menuju ke pusat oleh oleh, lalu kembali keperaduan.... hehee, setelah dirasa cukup puas membeli oleh oleh, perjalanan pun kembali dilanjutkan, kami hanya mampir sekali di sekitar nganjuk untuk sholat dan makan siang... owwww, baru kali ini perjalanan pulang jauh lebih lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dari berangkatnya, mungkin karena pengaruh waktu, plus hari minggu jalanan ramai setelah berakhirnya weekend.
Itulah sedikit oleh oleh dari Batu Malang, kapan ya bisa ke Malang lagi... masih pingin ke ini ke itu kesana kesini...hihihiihi

Sedikit teriakan saat ber-spinning coaster di Jatim park 1


#Woyooooooooooooooooooooooooooooo...
 

No comments:

Post a Comment