Thursday, September 26, 2013

Sinopsis Lengkap Fast Furious 6



Akhirnya..kesampaian juga untuk mencoba membuat sinopsis Fast Furious 6 versi lengkapnya. Mungkin emang ngga terlalu penting karena tentunya udah pada liat or download sendiri dari internet, tapi rasanya ngga komplit kalau kemarin-kemarin udah bikin review dari Fast pertama sampai ke Lima ngga sekalian dilanjtkan untuk fast furious 6, Betull bukan? Lagian Blogku kan juga pingin menyimpan kenangan cerita dari Film keren sepanjang hidupku ini…hahaaa…
Ngga usah berbasa-basi dan berlama lama ria, langusung ke lokasi aja dech.

Sutradara               : Justin Lin
Produser                : Neal H. Moritz, Vin Diesel
Distribusi               : Universal Pictures
Tanggl Rilis           : 24 Mei 2013 (International)
Durasi                    : 130 Menit
Pemain                  
Paul Walker as Brian O'Corner
Vin Diesel as Dominic Toretto
Dwyne Jhonson as Hobs














Sung Kang as Han
Tyrese Gibson as Roman Pearce
Ludacris as Tej Parker













Gal Gadot as Giselle
Jordana Brewster as Mia
Gina  Carano as Riley














Elsa Pataky as Elena
Michelle Rodriguez as Leticia Ortiz
Clara Paget as Vegh
Luke Evans as Owen Shaw












Joe Taslim as Jah













John Ortis as Arturo Braga
Shia Wigham as Stasiak















Review Sinopsis :


Adegan dibuka dengan aksi kebut-kebut dan balapan dua mobil sedan antara Brian O”Cornor dan Dominic Totretto disebuah jalan berkelok-kelok ditepi tebing yang curam. Sesaat kemudian mereka nampak memasuki sebuah rumah sakit  didaerah Kepulauan Canary, Spanyol.
“Tn. O”Connor! Tn. O”Connor! Cepatlah kemari. Kemari! Lewat sini!” teriak seorang wanita yang nampaknya suster biarawati. Brian yang merasa dipanggilpun nampak sedikit panic, namun kemudian Elena muncul dan menocoba mengambil alih dan menenangkan suasana.
“Kau akan jadi ayah yang hebat, Brian.” Kata Dom
“Apa yang membuatmu begitu yakin?” Tanya Brian
“Karena akan kutendang bokongmu jika tidak. Masuklah. Hei, Brian. Ingat, saat kau melangkah masuk ke pintu itu. Semuanya berubah. Kehidupan kita yang lama sudah berakhir.” Kata Dom memperingatkan Brian yang kemudian berlalu masuk melihat istrinya, Mia,  yang hendak melahirkan seorang putra.
-Ayo kita jalan-jalan sebentar- Bagian Credit awal dibuka (Alunan Lagu We Own It pun terdengar mengiringi setiap cuplikan adegan dari seri pertama hingga ke enam ini, kecuali Tokyo Drift).
Pemandangan beralih ke kota Moscow dimana nampak helicopter tengah berpatroli, Agen Luke Hobbs nampak keluar dari mobil nya dan langsung disambut oleh Riley Hicks, seorang agen wanita yang sepertinya akan menjadi patner baru Hobss. Kali ini Hobss tengah menangani kasus baru.
“Aku baca file mu. Lulusan terbaik di FLETC. Kairo dan Tunis, RSO termuda di Afghanistan. Jika kemampuanmu benar seperti yang tertulis disini, Kau akan cepat menyesuaikan diri.” Kata Hobss setelah membaca profil Riley.
“Serangan pada konvoi kendaraan militer, Komponen satelit hilang. Mobil-mobil itu datang entah dari mana. 6 orang masuk rumah sakit, semua mobil dihancurkan. Semua dilakukan hanya dalam 90 detik, datang dan pergi. Hanya satu tim di dunia yang bisa melakukan itu.” Kata Hobss yakin siapa pelaku perampokan yang merusakkan sebagian gedung besar dihadapan Hobss kali ini.
“Bagaimana bisa mobil itu ada disana? Mereka menangkap satu orang.” Tanya Riley saat melihat petugas tengah menurunkan mobil yang terdampar disalah satu jendela, lalu ia mendapat telepon yang memberikan informasi baru.
“Dimana?” Tanya Hobss “markas Interpol” jawab Riley
Mereka berdua pun menuju ke Markas Interpol
“- Kita hanya punya 5 menit dengan orang ini.” Kata Riley , “ Aku hanya butuh 2 menit.” Jawab Hobs lalu ia menemui seseorang yang tertangkap disebuah ruang isolasi. Nampak pria berkepala plontos duduk menghadap kearah dinding membelakangi arah kamera, tentunya penonton akan mengira kalau ia adalah Dominic Toretto, tapi menurutku bukan.
“Aku mencari bosmu. Dimana Shaw?” Tanya Hobs setelah mendatangi Pria plontos yang memang bukan Dom.
“Aku tak akan mengatakan apa-apa.” Jawab  pria itu.
Riley melihat Hobs dari ruang disebelahnya, sedangkan Hobs nampak marah besar dan menghajar habis-habisan si pria plontos itu tadi, hingga ruangan interograsipun hancur berantakan, dan si tersangka hanya nampak luka ringan saja.
“Apa itu legal?” Tanya petugas Interpol yang melihat bersama Riley
“Tidak. Kau mau masuk ke sana dan bilang padanya?” jawab Riley yang tentunya membuat nyali sipetuas langsung tenggelam.
“Apa dia mau bicara? Ruangan itu disadap, jadi apapun informasi yang kau dapat darinya, Interpol yang memilikinya.” Tanya riley yang mendapat jawaban tidak oleh Hobs.
“Jadi kita bisa cuti, Shaw ada di London. Ayo jemput dia sekarang. Kau tak bisa menjemput Owen Shaw seperti barang belanjaan. Jika kau mau menangkap serigala, Kau butuh serigala. Ayo berburu.” Kata Hobs
Lokasi berpindah kesebuah rumah dibukit pantai, nampak disebuah kamar sepangan kekasih Dom dan Elana tengah tidur bersama. Dom kemudian keluar kamar dan menikmati sebotol minuman keras
“Ini yang kau beli dengan 100 juta Dollar? Tidak sulit untuk menemukanmu, Toretto.” Sapa Hobs yang seketika sudah ada disebelah Dom
“Aku tidak bersembunyi.” Jawab Dom
“Bagaimana rasanya hidup pensiun sebagai penjahat  internasional?
“Aku suka disini. Tenang. Cuacanya bagus. Dan tidak ada ekstradisi. Apa yang kau lakukan disini, Polisi?” jawab Dom lagi
“Minggu lalu, sekelompok tim pembalap yang terkoordinir melumpuhkan konvoi militer di Rusia.” Kata Hobs
“Aku tidak suka cuaca dingin”
“Aku tahu itu bukan kau. Tapi kau akan membantuku dengan tim tanggap darurat.”
“Kau tak bisa menangkapnya Hobbs, tidak ada...” Elena tiba-tiba muncul dibelakang Hobs sambil membawa senjata namun belum ia todongkan
“Aku disini tidak untuk mengekstradisi siapapun. Dia akan melakukannya secara suka rela. Malah... Dia akan memohon padaku.” Kata Hobs yakin, lau ia menyerahkan map yang berisi sebuah foto yang diambil minggu lalu.  Hobs menyerahkan map itu pada dom, dan betapa terkejutnya Dom ketika melihat foto tersebut adalah foto Letty.
“Kutunggu di depan.” Kata Hobs
“Itu Letty, kan?” Tanya Elena pada Dom kemudian, “Tidak mungkin.” Komentar Dom
“Jika itu adalah suamiku, walaupun aku tahu kemungkinannya sangat kecil... Aku akan pergi.” Saran Elena.
“Aku akan membutuhkan semuanya. Semua info yang kau punya.” Ucap Dom yang kemudian menenmui Hobs diluar
“Kau akan membutuhkan tim-mu.” Saran Hobs, namun Dom menolak dan mengatakan tidak ada tim
“Aku harus melakukannya sendiri.”
“Tidak sesimpel itu.  Orang-orang yang kau kejar ini menyerang bagai petir dan menghilang seperti asap... Jika kau melakukannya sendiri, Kau tak akan bisa menyentuhnya. Aku mengejar orang-orang ini di 4 benua dan 12 negara... Dan percaya padaku, tempat terakhir yang ingin kudatangi sekarang adalah rumahmu, memohon seperti anak penjual kue. Aku butuh bantuanmu, Dom. Aku butuh tim mu.” Kata Hobs penuh harap
Adegan berpindah lagi kesebuah pesawat pribadi milik Roman Pearce dan beberapa gadis-gadis penghibur.
“Ayo semuanya, ayo bersulang! Aku tahu mungkin kalian sudah pernah ke Makau. Tapi kalian belum melihat apa-apa kalau belum melihatnya melalui mataku. Aku punya Penthouse dengan pemandangan samudera, yang akan mengubah hidup kalian…” celoteh Roman panjang karena emang dia terkenal bermulut besar.
Beralih ketempat lain, dimana nampak Tej sedang mengambil uang diATM dan mobil ferrainya dikerumuni beberapa anak kecil.
“Ya, kawan. Seharusnya kau jadi Robin Hood. Membagikan semua uang yang kau punya. Kau tahu yang kumaksud.
Uang telah mengubahmu.” Sapa seorang yang duduk santai di sana dengan menggunakan bahasa asing.
“Kau benar. Uang memang telah mengubahku. Aku tahu kalau uang tidak tumbuh dari pohon. Uang berjatuhan dari langit.” Ucap Tej dan sekitika uang dari ATM beterbangan keluar setelah Tej menekan tombol dari hp nya. Seluruh orang pun berebutan mengambil uang itu.
Kembali beralih ketempat lain, seperti didaerah pecinan, nampak Han dan Gisele tengah makan malam berdua.
“Pernah memikirkan tentang hidup tenang? Memulai hidup baru bersama?” Tanya Han
“Bukankah kita sedang melakukannya?” jawab Gisele
Tiba-tiba dari arah lain, muncul sekelompok polisi yang nampak tengah meringkus mereka berdua. Han dan Gisele pun langusng siaga dan kompak mangangkat pistol mereka. Salah satu polisi wanita yang tidka berseragam melempar ponsel kearah Han, bersamaan dengan itu, Tej dan Roman pun mendapatkan telepon juga, dan itu adalah telepon dari Dom. Tej menjawab untuk siap segera menuju kesana, sedangkan Roman memerintahkan pilotnya untuk memutar balik pesawat pribadinya.
Sedangkan dikediaman Brian, nampak ia dan Mia sedang bersantai dihalaman rumah bermain bersama Jack, putra mereka.. Brian senang sekali karena Jack menyukai miniature mobil-mobilan. Tak berapa lama Dom datang dan membawa miniature yang serupa namun dengan model mobil klasik kesukaannya.
“Kau memaksanya menyukai mobil tuner? Aku tahu dia seorang O”Connor, tapi... Ya, dia juga seorang Torreto.” Ucap Dom karena Jack pun juga menyukai mobil mobilan pemberian Dom
“Biarkan dia beberapa tahun lagi untuk memilihnya, iya kan?” komentar Mia yang kemudian membawa Jack masuk  untuk  menidurkan si kecil.
Dom dan Brian kemudian terlibat percakapan ringan, Brian merasa aneh, meskipun kini ia bersama keluarga dan semua yang ia miliki, namun ia merasa sedang tidak berada dirumahnya sendiri. Namun obrolan ringan itu berubah menjadi lebih serius saat Dom menyerahkan foto-foto Letty pada Brian
“Diplomatic Security Service (DSS). Polisi. Kau tahu apa yang kupelajari selama jadi polisi? Inilah yang dilakukan polisi. Dia mengacaukan pikiranmu. Letty sudah tiada, Dom.” Komentar Brian
“Aku harus memastikannya.”
“Jadi aku ikut denganmu.” Kata Brian
“Katamu kau sudah meninggalkan kehidupan ini.
“Kita berdua mengatakan sudah meninggalkan kehidupan ini.” Balas brian lagi, lalu Mia datang dan membenarkan kalau mereka adalah keluarga
“Kita dapat masalah, Selesaikan bersama-sama. Lebih aman jika bersama di luar sana. Saling menjaga satu sama lain. Kalian lebih kuat jika bersama. Pergilah dan jemput Letty.  Bawa dia pulang” saran Mia member lampu hijau
Dan sampailah mereka kini di London. Terlihat Dom menatap kota London dari jendela gedung pencakar langit dan seluruh tim sudah berkumpul pula ditempat yang seperti markas baru tersebut, dengan peralatan yang lebih lengkap dan cangih membuat Tej yang high teknilogi sangat terkesan. Semua tim berkumpul kecuali Leo dan Santos, tidak ada yang mendengar kabar mereka setelah terakhir terdengar berada disebuah kasino di Monte Carlo. Seiringan dengan itu, Hobs dan Riley mulai memasuki ruangan dari pintu lift
“Kupikir Rio adalah pekerjaan terakhir kita, kan? Jadi siapa yang membayar semua peralatan ini?Pembayar pajak? Jadi sekarang kita bekerja untuk The Hulk? Itu yang kita lakukan? Kenapa aku mencium bau baby oil disini?” ucap Roman si mulut besar.
“Jika kau tak tutup mulut, Kau akan dapat tendangan di bokong.” Balas Hobs yang berjalan dibelakang Roman
“Baiklah, Hobbs. Kau memiliki kru terbaik di dunia, yang berdiri tepat di depanmu. Beri mereka alasan untuk tinggal.” Kata Dom mengawali
“Target kita adalah Owen Shaw. Mantan Mayor pasukan khusus SAS. Dia adalah komandan Divisi Mobil yang bertugas di Kabul dan Basra.” Jelas Hobs
“Sial.  Divisi mobil itu serius. Kita berbicara tentang vehicular warfare. Terbaik di dunia.” Komentar tej
“Selama bertahun-tahun, mereka melakukan perampokan di Eropa.  Yang terakhir ini membawa mereka ke level yang baru. Tiga target. Spesifikasi tinggi. Misil program yang dibuat oleh ICBM... dan dikembangkan oleh lab rahasia NSA.” Sambung Hobs lagi, namun ditengah-tengah Hobs menjelaskan, Roman justru ribut meminta uang receh pada Tej. Ia sepertinya tidak tertarik dengan misi kali ini karena tidak berburu uang seperti yang selalu ia harapkan.
“Serius? Kau seorang milyuner dan masih minta uang receh ke orang lain?” jawab Tej
“Begitu caranya agar tetap jadi milyuner.” Kata Roman lalu menuju kesebuah mesin makanan ringan.
“Jadi apa artinya semua ini?” Tanya Brian
“Dugaan kami, Shaw sedang membangun Nightshade Device. Bom teknologi tinggi. Jika kau membutakan seorang prajurit selama beberapa detik di tengah peperangan, dia akan mati. Membutakan sebuah negara dalam 24 jam... Banyak nyawa yang mati sia-sia. Harganya bisa milyaran jika dijual.” Jelas Hobs
“Milyaran? Kenapa kita tak mencurinya saja?” komentar Tej, yang lagi-lagi diiringi dengan teriakan Roman bertanya mesin mana yang menggunakan koin satu dolar, karena sebal. Hobs kemudian menembak salah satu mesin itu, hingga roman tak perlu memasukkan koin lagi. “Semuanya gratis.” Komentarnya
“Aku ingin kalian membantuku menangkap Shaw.  Hanya tinggal satu komponen lagi yang dia butuhkan, dan aku harus menghentikannya sebelum dia mendapatkannya. Aku tahu kalian adalah keluarga. Jadi aku memberi kalian kesempatan sekarang, Agar keluarga kalian bersatu lagi.” Tawar Hobs sambil menunjukkan foto Letty.
“Kau mau membuat keluarga ini bersatu lagi? Bawa kami pada Letty, kami akan membawakanmu Shaw, dan berikan pengampunan pada kami semua.” Tawar ulang Brian namun Hobs sepetinya tidak bisa menjanjikannya namun Brian kemduain mendesaknya
“Itu perjanjiannya. Terima atau tidak sama sekali.” Tawar Dom lagi
“Bawa Shaw padaku... Kalian akan dapat pengampunan.” Jawab Hobs setuju
“Kalian mendengarnya. Ini berbeda. Kita tidak berurusan dengan polisi, pengedar narkoba..” kata Dom pada timnya.
 “Ini benar-benar level yang baru.” Imbuh Brian
“Kita dibayar, kan?” Tanya Roman konyol
Beberapa waktu kemudian nampak Interpol sedang mengahdang Shaw dan menyiapkan anak buah Shaw yang sebelumnya ditangkap sebagai pancingan. Hobs, Riley, Brian dan Dom mengawasi dari atas gedung.
“Interpol menangkap seorang anak buah Shaw di Moskow. Aku masuk, dan mengadakan sesi terapi padanya... Dia memberitahu tempat persembunyian Shaw.”
“Kenapa kita tidak kebawah sekarang?” Tanya Giselle
“Kenapa kita tidak kebawah sekarang?” jawab Hobs
Kemudian ada laporan bahwa anak buah Shaw telah dikirim masuk, sedangkan ditempat lain, Tej melakukan pengamatan dengan mesin pelacaknya.
“Hobbs, mereka sudah mengirimnya masuk. Dia akan memastikan keberadaan Shaw sebelum dia bergerak.” Kata Tej,
Nampak anak buah Shaw yang dsudah  dipasangi alat penyadap masuk kesebuah gudang besar dimana disana sudah berdiri Shaw yang memperdiapkan mobil Spot formula 1nya.
“Jadi, polisi membiarkanmu pergi, huh?” Tanya Shaw
“Jangan khawatir, aku tak memberitahu mereka apa-apa.”
Setelah Shaw menyuruh anak buahnya menyalakan mobil itu, Shaw siap-siap keluar dari gedung tersebut
“Benda paling simpel bisa menyebabkan masalah besar. Berita bagusnya, Dengan mengganti part itu... Semuanya kembali berjalan baik.” Lalu Shaw mengambil senapan laras panjang yang membuat anak buahnya ketakuatan
“Aku mendapat konfirmasi itu Shaw. Mereka masuk sekarang.” Ucap Tej. Dan ratusan polisi Interpol yangs edari siaga mulai masuk kedalam gudang.
“Tunggu, Tunggu. Tahan... Tahan! Polisi mengingatkan, Alarm bahaya menyala di markas Interpol.” Ucap Tej ulang
“Dia membawa mereka kesini jadi dia bisa membobol markas Interpol. Semua ini jebakan.” Kata Brian
“Brian, kau yang memimpin tim. Hobbs dan aku akan menunggu Shaw. Shaw akan menuntunku ke Letty.” Kata Dom
Brian dan Tim pun bersiap menuju ke lokasi Interpol untuk mencegah anak buah Shaw beraksi, sedangkan Dom dan Hobs menunggu Shaw keluar, Tak berapa lama Shaw pun keluar dengan mobil formula 1 nya setelah memberikan bagian uang pada anak buahnya tadi.
“Han, berapa jauh jarak Markas Interpol?” Tanya Brian, “Dua blok lagi.” Jawab nya melalui alat komunikasi mereka.
Dilokasi Shaw, Shaw pun sukses keluar gudang dengan baik, bahkan hujanan peluru dari senapan para Interpol tidak mempan, setelah Shaw agak keluar dari gudang, ia lalu meledakkan bangunan itu dengan bom pengendali jarak jauh. Seluruh bangunan itu pun roboh dan Shaw berhasil kabur. Hobs dan Dom dengan gesit berlari menuju mobil untuk berusaha mengejar Shaw. Terjadilah kejar-kejaran padaa malam hari ditengah kota London antara Shaw dengan Dom dan Hobs. Hobs berada dimobil polisi bersama Riley. Sedangkan mobil polisi lain yang ikut mengejar Shaw satu persatu roboh dan hancur .
Sedangkan anak buah Shaw yang berada di Interpol mulai mengetahui kedatangan tim Brian, mereka berusaha dengan ceoat untuk meninggalkan lokasi tersebut, namun sebelumnya sempat beradu tempak dengan Gisele dan Han. Sayangnya rombongan anak Buah Shaw sukses melarikan diri, dan Brian cs pun tidak berhenti untuk terus mengejar mereka. Salah stu pengemudi mobil anak buah Shaw adalah Jah yang diperankan oleh Joe Taslim.  Kembali terjadi kejar kejaran dua versi. Diamna Hobs dan Dom mengejar Shaw, sedangakn Brian cs mengejar anak buah Shaw. Salah satu anak buah Shaw cewek pun ada yang mengendari mobil formula 1 juga. 
Saat mereka tengah mengejar anak buah Shaw, mobil mereka ditembaki dengan alat pelupuh chip yang menempel dimobil mereka yang menyebabkan Roman dan tej tidak bisa mengendalikan mobil mereka dan menabrak gedung serta  mobil yang lain, kini Brian tengah berusaha melepas chip yang menempel dimobilnya itu dengan menabrakkannya disebuah pagar, dan akhirnya berhasil. Mereka terus saling kejar-kejaran sampai masku kesuah jalan under pas yang cukup padat dan panjang. Anak buah Shaw yang merupakan prajurit andalan dari berbagai Negara terkadang menggunakan bahasa ibu pertiwi mereka saat berkomunikasi dengan rekannya, tak kalah juga dengan Jah
“Vegh. Hantam mereka.” Perintah Jah dalam bahasa Indonesia kepada si cewek yang mengendarai mobil formula one tadi, dan kemudian ia mengalangi laju mobil brian, sehingga Brian pun tak bisa mengendalikan diri lalu mobilnya terbalik, saat itu juga si Vegh justru memberikan kedipan mata pada Brian lalu kabur pergi. Kini Brian pun tak bisa lagi mengejar mereka. 
Sedangkan Dom dan Hobs terus mendekat Shaw. Saat keluar dari underpass, Dom melihat sebuah mobill klasik dengan gaya mengemudi ala Letty, akhirnya ia memilih membuntuti mobil itu, sedangkan Hobs terus mengejar Shaw, hingga pada saat mobil Hobs dilintasan jalan laying atas, ia memilih untuk terjun kebawah dan jatuh tepat diatas mobil Shaw yang ada dibawahnya, namun sayangnya Hobs belum berhasil menghentikan langkah Shaw.
Ditempat lain, Dom berhasil mengentikan mobil yang ia kejar, dan benar.. wanita didalam mobil itupun keluar. Dom yang cukup terkejut karena meihat gadis yang ia cintai berdiri didepannya bahkan tak bisa mengindari tembakan yang letty arahkan kepadanya dalam jarak yang lumayan dekat. Dom merasa heran karena Letty nampak seperti orang asing yang sama sekali tidak mengenal Dom, bahkan tega menembakkan pistol ke bahunya. Letty pun masuk kemobil dan berlalu dengan cepat, kali ini Dom tak kuasa untuk mengejarnya.
Rencana penyergapan dan penangkapan terhadap tim Shaw ternyata belum berhasil dilakukan. Dom dan tim kembali ke markas mereka.
“Ini gila. Kita tidak sedang di Brazil. Jadi sekarang mobil kita beterbangan? Melakukan semua aksi 007? Kita seharusnya tidak melakukan ini!” omel Roman yang memang terkenal pengecut
“Men, kau harus mengontrol emosimu... Suaramu berubah dari Shaggy jadi Scooby Doo... This is not what we wooo wooo wooo...” balas tej
“Kau tahu saat seorang wanita mulai menembakmu... Itu adalah tanda, untuk segera mundur. Kita harus segera pergi dari sini. Itu bisa saja jidat ku, men.” Umat Roman lagi disaksikan oleh Gisele dan rekan-rekannya yang lain yang tertawa geli melihat tingkah Roman
“Mia... Itu benar-benar Letty. Tapi, uh...Ini rumit.” Kata Brian saat menghubungi Mia dirumahnya, namun Mia senang karena bagaimanapun ia tahu Letty masih hidup. Dan meminta Brian membawa pulang Letty.
Disudut ruangan itu, nampak Dom tengah berusaha mengambil peluru dari pistol Letty yang sempat ditembakkan ke lengan kanannya
“Dia benar-benar melihatmu?” Tanya brian mendekati Dom
“Seharusnya itu tidak terjadi, Brian.” Jawab Dom
“Mungkin Letty yang dulu kita kenal sudah tiada, Dom. Kau tahu dia masih hidup. Tapi mungkin dia sudah tiada.”
“Kau tak bisa meninggalkan keluarga. Walaupun mereka meninggalkanmu.” Jawab Dom
Lokasi beralih ketempat perembunyian Shaw dan rekan-rekannya, nampak Letty datang dan meminta pada rekannya utnuk memperbaiki mobilnya.
“Baiklah, dengar semuanya. Itu tadi bukan anak buah Hobbs yang biasanya sok jadi pahlawan. Ayo kita lihat orang-orang  ini terbuat dari apa. Vegh?” kata Shaw mengumpulkan anak buahnya
“O”Connor, Parker, Pearce, Toretto,dan semua anggota timnya.” Kata Vegh sambil melemparkan berkas Dom cs, dan masing-masing anak buah Shaw pun melihat profil mereka.
“Para penjahat biasa ini tadi hampir saja menangkap kita. Tunjukkan sedikit rasa hormat pada mereka atau itu akan melemahkan kita.” Kata Shaw
Lalu salah satu anak buah Shaw menunjukkan foto Letty bersama Dom dimasa lalu dan ia tunjukkan pada Shaw.
“Kau sudah menemuinya?” Tanya Shaw pada Letty
“Ya. Dia orang yang kutembak. Aku tidak ingat dia.” Jawab Letty yang memang sepertinya ia tengah hilang ingatan, namun sepertinya tim Shaw tidak mempercayainya
“Dia tidak mengingatnya. Nama dan rekam jejak mereka belum cukup. Aku mau informasi pribadi, Apapun tentang hidup mereka, pikiran mereka... Temukan apapun yang bisa kita manfaatkan untuk melawan mereka.” Perintah Shaw kepada anak buahnya dan Letty kembali melihat profil Dom setelah semua rekan-rekannya pergi
Kembali ke markas Dom cs,
“Ini gila, men. Aku memperhatikan foto-foto ini. Ini seperti kita mengejar kembaran jahat kita. Lihat cowok hitam satu ini. Dia ganteng. Jelas-jelas itu aku. Ada Hobbs kulit putih... Ini Han.  Tej, ini orang Afrika pakai topi kupluk. Ini seperti versi mini mu, men. Hei, Brian.  Kapan kau melakukan sesi foto ini? Bercanda, kawan. Kita semua tahu kau si pirang paling cantik disini.” Celoteh Roman lagi lagi saat melihat foto profil para anak buah Shaw yang terpampang dilayar monitor.
“Baiklah, bersiaplah semuanya. Ada dua hal.  Pertama, ini adalah salah satu kota di dunia yang serius memerangi kriminal. Mereka punya kamera di setiap sudut jalan,Ada rekaman video CCTV saat penyerbuan... Coba periksa dan cari petunjuk untuk kita. “ kata Hobs saat ia turun dari mobil besarnya dan menyerahkan sebuah rekaman video pada tej.
“Kedua, kami baru dapat konfirmasi apa yang diambil kru Shaw di Markas Interpol.  Mereka membobol database yang berisi lokasi untuk mendapatkan semua komponen yang mereka butuhkan.” Lanjutnya
“Jadi dimana mereka?”Tanya Brian
“Ada lebih dari 2000 lokasi di Eropa...” jawab Riley
“Database itu berlaku selama 96 jam. Artinya, apapun sasaran Shaw berikutnya, dia akan melakukannya dalam empat hari ini. Kita punya waktu sampai akhir pekan. Kita harus bergerak.” Lanjut Hobs
“Hobbs benar. Ayo kita selesaikan ini. Apa yang kita tahu?” kata Dom
“Kita tahu mereka menggunakan mesin modifikasi. Dengar suara mesin mobil itu saat pindah gigi?” sahut Tej
“ Transmisi Sequential.” Sahut Han. ““Suaranya tidak seperti mesin pada umumnya.” Dilanjutkan Gisele
“Mungkin turbo diesel.” Kata Brian menambahi
“Suaranya seperti mobil-mobil balap di Le Mans. Lihat bagaimana mobil itu tidak oleng waktu berbelok?” kata tej lagi
“Ya, Hidrolik.” “Atau suspensi magnetik.”
“Siapa orang yang tidak hanya punya akses ke komponen itu, tapi juga bisa membuat sesuatu yang seperti itu?” Tanya Han, “Mungkin bengkel mobil yang bagus di London?” sahut Brian
“Bengkel mobil biasa tidak mungkin membuat sesuatu seperti itu. Kita harus mencari tahu lebih jauh. Han, Giselle, dan Rome, giliran kalian. Jika kita menemukan orang yang membuat mobil itu, Kita menemukan Shaw.” Kata Dom, lalu meluncurlah Gisele, Han, Roman, dan Riley kesebuah tempat yang mereka curigai.
“Tej, kita butuh mobil tanpa chip komputer yang bisa diambil alih. Pastikan mobilnya kencang.” Saran Dom lagi
Dan tej pun siap mencarikan, awalnya Hobs hendak menghubingi tim Litbang DSS, namun tej menolaknya dan ia ingin mencari mobil itu sendiri karena itu adalah tugasnya.
Keesokannya terlihat Hobs dan tej berkunjung kesebuah pameran mobil klasik mewah, sayangnya kehadiran mereka dengan penampilan seadanya justru membuat seorang petugas mengusir mereka yang ia kira pelayan, namun kemudian Tej pun dengan singkat memborong semua mobil yang ada disana, dan si petugas tadi akhirnya berbalik bersikap sopan. Beberapa mobil diantar sipetugas ke markas Dom, namun karena Tej masih sakit hati, ia mengerjai sipetugas itu dengan melucuti semua pakaiannya dan membiarkan ia pulang hanya dengan celana dalam saja, Hobs yang sempat diejek pun juga ikut-ikutan mengerjai sipetugas tersebut.
Sedangkan Giselle dan yang lain menuju kelokasi dimana mereka melihat seorang pria tengah menguji senjata panah. Dari kejauhan Gisele sempat berdebat dengan rekannya, namun akhirnya Gisele dan Riley memutuskan turun lebih dulu
“Han dan aku yang akan menanganinya. Kita akan mendekat, biarkan aku yang bicara, Kalian berjaga saja di belakang.” Kata Roman, namun Gisele lalu angkat bicara “Ada satu hal yang kalian lupakan.  Dia seorang pria.”, Gisele dan Riley pun menghampiri si pria itu dan awalnya menanyai baik-baik, sedangkan Roman agak sakit hati dengan kata-kata Gisele
“Dia seorang pria? “ kata Roman, “Dia selalu mengatakannya.” Sahut Han
Beralih ke markas, nampak Dom tengah mangamati peluru yang sempat menembus tubuhnya itu
“Yang kau lihat itu adalah peluru pistol 5.45x18mm FMJ Spitzer.  Khusus untuk satu pistol. PSM. Karena pistol itu sangat ilegal di Inggris, Hanya sedikit orang yang punya akses untuk mendapatkan pistol itu. Jadi jika ada yang mau melacak mereka, Itu tidak akan sulit. Aku jadi polisi bertahun-tahun, ini seperti kebiasaan.” Kata Brian
“Toko gadai.” Jwab Dom
Brian dan Dom berjalan menuju ke toko gadai untuk mencari informasi tentang pemilk pistol tersebut, sayangnya si pemilik toko tidak banyak tahu, ia hanya tahu kalau pembelinya seorang gadis yang suka balapan jalanan.
Kembali ke Roman dan Han
“Entahlah, kawan. Kurasa itu sangat tidak menghormati kita... Dan aku tak suka cara dia mengatakannya, "Dia seorang pria." Dia seorang pria? Jadi kita apa?” kata Roman namun Han masih saja membela sampai akhirnya Roman menduga Han tengah jatuh cinta pada Gisele, namun Han masih diam saja
“Seharusnya kau membelikannya berlian yang besar, men. Dia terlihat tidak mudah dibuat terkesan. Jika bukan berlian yang besar, kau harus memberikannya sesuatu yang besar, kau mengerti maksudku?” saran Roman menggoda
“Jadi itu kenapa cewek-cewekmu memakai banyak perhiasan, huh?” balas Han , lalu Roman diam saja
“Kami mencari informasi.  Mobil yang mungkin kau buat baru-baru ini. Mobil modif khusus, model formula, rangka baja. Kami sangat ingin menemukan orang yang membelinya. “ kata Gisele kala itui, namun dengan cara halus si pria tidak mau bersahabat, akhirnya Riley pun memakai cara yang kasar. Si pria agak ketakuran, lalu mengajak mereka masuk kedalam gudang.
“Aku menyimpan informasinya disini. Jadi, untuk apa kalian mencari Shaw?” Tanya pria itu sambil menekan tombol nomor di hp nya yang terhubung ke Shaw, Shaw pun mendengarkan percakapan mereka tanpa Gisele dan Riley sadari.
“Dia mengambil sesuatu milik kami.”
Dilokasi Gisele, Han dan Roman melihat mobil anak buah Shaw pun datang, mereka segera turun dan membantu Gisele. Anak buah Shaw yang terdiri dari Letty, jah dan satu pria kulit hitam tiba-tiba menembaki kea rah dimana Gisele dan riley serta si pria tadi berada. Riley dan Gisele bisa menghindar namun tidak si pria, ia tertembak .
“Bertahanlah. Tetaplah bersamaku. Tetaplah bersamaku. Katakan dimana aku bisa menemukan Shaw, aku akan membuatnya membayarnya. “ kata Gisele, sedangkan Riley menghalau tembakan dari Letty.
“Braga” ucap pria itu sebeum akhirnya ia tewas dan menyerahkan pponselnya pada Gisele.
Setelah itu, terlibatlah adu tembak antara Roman, Han, Riley, dan Gisele dengan anak buah Shaw.  Gisele berhasil menembak salah satu anak buah Shaw yang tengah mengendarai motor, sedangkan Han dan Roman terus mengejar Jah. Riley dan Letty pun juga masih berduel dan kejar-kejaran sampai menuju kesebuah jalan menuju ke stasiun kereta api. Mereka berdua terlibat perkelahian tunggal, namun sayangnya Riley tidak bisa mengejar Letty yang sukses masuk ke gerbong kereta api, 
Sedangkan Han dan Roman masih mengejar Jah sampai disebuah depateman store, mereka berdua berkelahi menghadapi jah, sayangnya, mereka yang berdua masih kalah gesit dengan Jah, dan kembali membuat Jah lolos. “Tak seorang pun boleh tahu tentang ini. Tak seorang pun.” Kata Roman pada Han karena gengsi dan tidak ingin orang tau mereka kalah saat beradu gelut dengan Jah yang seorang diri.
“Kita kehilangan Ivory. Dia sudah mati.” Kata Letty sesampainya dimarkasnya, namun tanggapan Shaw hanya biasa-biasa sja dan mebuat Letty merasa tidka dihargai.
“Jika Ivory mati, dia membuat kesalahan. Kau membuat kesalahan, Tanggung sendiri akibatnya.” Kata Shaw.
Letty pun menuju ke mobil dan memperbaikinya, kemudian Shaw datang menghampiri
“Aku merasa sangat dekat denganmu. Saat aku menemukanmu di rumah sakit, dan kau tak bisa mengingat apapun. Aku mengatakan pada diriku sendiri... Gadis ini punya bakat. Dia masih polos. Itu membuatku sangat protektif padamu. Jika sesuatu terjadi padamu, misalnya... Kurasa aku takut aku tak bisa menerimanya. Maksudku adalah... Aku benci melihatmu melakukan kesalahan.” Kata Shaw pada Letty, Letty hanya mendengar singkat lalu izin untuk keluar mencari udara segar.
Dimarkas Dom, terlihat tim tengah mencoba mobil baru Tej.
“Kami bertemu pacarnya Dom... Dia...Cantik. “ kata riley yang baru saja datang
“Tej, apa yang kau dapatkan? Rekaman, CCTV, katakan padaku.” Tanya Hobs
“Aku telah memeriksa semuanya. Percaya atau tidak, Setiap Shaw dan timnya beraksi, semua kamera CCTV mati. Apa itu kebetulan?” jawab Tej
“Baiklah, kita akan mengunjungi pengawas CCTV.Ayo berangkat.” Ajak Hobs pada Riley
Sedangkan Roman melihat senjata yang dimankan oleh siahli mekanik tadi. Roman mencoba memainkan alat itu ,  sedangkan Han dan Gisel punya informasi baru dari ponsel dan kata-kata terakhir si pria montir.
“Braga. Dia bekerja bersama Shaw.” Kata Gisele sambil melemparkan Hp ke meja
“Itu benar, ponsel itu penuh berisi bukti pembayaran transaksi terkode... ...yang asalnya dari kartel Braga.” Lanjut Han
“Siapa itu Braga?” Tanya Roman
“Salah satu kartel terbesar di Meksiko.” Balas Dom, dan Braga juga adalah mantan bos Gisele.
“Kami menggunakan kode yang sama seperti itu
untuk memindahkan uang keluar negeri. Semuanya masuk akal...” kata Gisele
“Braga berhubungan dengan Letty, sekarang dia bekerja untuk Shaw, Dan itu menjelaskan bagaimana semua ini  berhubungan.” Kata Brian
“Oke, aku tak tahu mengenai informasi ini, Tapi dimana kita bisa menemukannya?” Tanya tej
“Dia di penjara di Los Angeles.” Jawab Brian
“Brian yang memasukannya kesana. “ jawab Dom
“Baiklah, ini pecahan teka-teki yang kita cari. Jika mereka berdua memang bekerja sama,  Braga akan tahu apa yang dikejar Shaw. Aku akan mengunjunginya.”kata Brian memastikan namun Roman tidak percaya dengan ide gila itu, jika Brian ketahuan siapa dia, dia bahkan tidak akan bisa keluar dari penjara itu. Karena mereka adalah buronan.
“Ini semua salahku. Aku yang mengirimkannya pada Braga. Akulah yang harus menyelesaikan semuanya. Aku akan menyelesaikannya.” Ucap Brian menyesal.
Hobs dan Riley sampai di kantor  pengwas CCTV, namun sayangnya mereka kurang bersahabat dan mengatakan kalau kamera CCTV tersebut tengah dilakukan service. Hobs curiga mereka melakukan kerjasama, maka Hobs pun dengan sedikit memberikan ancaman pada si kepala pengawas, akhirnya mereka bersedia memberikan akses pengintaian itu kepada Interpol, yang tentu saja disambungkan ke Tej untuk diamati.
Brian dengan bantuan mantan temannya, sudah sampai di Los Angels dengan pesawat pribadi yang membawanya. Kali ini Brian menyamar sebagai tahanan lengkap dengan seragam orange khas narapidana.
“Aku akan menyelesaikannya.  Katakan padaku, O”Connor.  Bagaimana bisa kau keliling dunia, Melanggar hukum sesukamu... Dan aku disini, harus selalu menjagamu? Sapa sang teman Brian yang tak lain adalah Stasiak saat Brian turun dari pesawat.
“Kau akan merasa lebih baik saat diberi penghargaan atas bantuanmu menangkap Owen Shaw.” Jawab Brian
“Kau tahu pepatah lama, Stasiak. Jika kau mau ikan yang lebih besar, kau harus memakai celana orang dewasa... ...dan pergi ke laut yang dalam.” Kata Brian
“Kau itu brengsek, kau tahu itu? Aku bisa memasukanmu ke Victorville dan lakukanlah apa yang harus kau lakukan Kau akan ditahan selama 24 jam Kau akan keluar besok jam 9 pagi  Itu saat mereka mengambil sidik jarimu untuk database forensik nasional  Program itu akan mencocokkannya dengan datamu. Jika mereka tahu siapa kau sebenarnya, aku tak akan bisa membantumu keluar. Nikmati hidupmu di penjara.” Kata Stasiak memepringatakan
Sebelum masuk ke dalam sel, Brian harus menyerahkan ponsel dompet dan benda-benda ditubuhnya yang lain, Brian agak kecewa karena ia tidak bisa berada di sel Isolasi seperti halnya Braga, kecuali jika Brian bisa melakukan seseuatu yang menarik perhatian dan membuatnya dimasukkan ke sel Isolasi, dan kata-kata Stasiak pun memberikan ide pda Brian, seketika bogem mentah diarahkan ke muka Stasiak, dan lagi-lagi Stasiak harus terluka bagian hidungnya seperti di seri ke empat.
Dimarkas Dom, London, Tej sangat kagum dengan pengintaian kamera cctv di kota itu
“Sial, kau tak bisa ngupil tanpa seorang pun yang melihat.” Kata Tej
Dan saat itu lagi-lagi Roman bermain alat peluncur yang dibawa dari tempat si montir mobil. Meskipun sudah dilarang Tej, namun ia tetap saja memaikannya hingga akhirnya panah besi itu terlontar dan menembus dinding tepat dimana Dom hendak berjalan mendekat kearah Han yang punya informasi tentang tempat balab jalanan. Dom pun menatap Roman dengan tajam,  Roman ketakutan dan memberikan alat itu ke tangan tej.
Kembali ke penjara di Los Angels, tiba-tiba listrik disana padam, dan Brian pun mendapat tamu tak diundang yang mengetuk diluar pintu selnya, yang tak lain adalah Braga dengan 2 anak buahnya
“Brian O”Connor, Cara masuk yang dramatis. Kau memasukkan banyak orang kesini. Pikirmu mereka tak bisa mengenalimu? Aku terus melacakmu, kau tahu.  Kau pasti senang di luar sana.  Polisi baik yang berubah jahat.
Rio de Janeiro.  Menyenangkan jadi seorang kriminal, iya kan?  Seharusnya kau mulai dari dulu, Kau bisa bekerja untukku. “ sapa Braga
“Seperti Letty Ortiz? Katakan padaku, karena aku sendiri yang menguburnya.” Tanya Brian”
“Benarkah? kau mengubur sesuatu, tapi kau tak tahu apa atau siapa di dalamnya?”
“Aku tahu dia bersama Owen Shaw.”
“Aku memberi apapun pada Shaw. Obat-obatan, senjata, uang, wanita. Dia mengajariku jadi pemain global saat aku masih pemain lokal. Membuatku kaya raya. Orang ini membuat para kartel bekerja padaku, dan CIA, DEA, semua ada dalam genggamannya. Dia tahu apa yang akan terjadi bahkan sebelum mereka menyadarinya. Bahkan, dia tahu saat ada seorang agen FBI pemula... ...memutuskan untuk mengirimkan mata-mata ke dalam kartel ku. Saat kau menempatkan  Letty dalam penyamaran, Dia sudah mati, bro.” jelas Braga menerangkan kejadian masa lalu
“Gadis itu sangat tangguh. Shaw menemukannya di rumah sakit 2 hari kemudian, Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya.  Dia tidak ingat apa-apa. Gadis yang sempurna, huh?” lanjut Braga
Brian sedkit terpancing dan berharap pintu dipembatas diantara mereka tidak ada, dan seketika ppintu itu terbuka. Braga dan 2 anak buahnya masuk dan terjadilah perkelahian diantara mereka. Namun Braga justru kalah berduel dengan Brian setelah Brian melumpukan anak buah Braga.
“Apa yang terjadi pada Letty, Itu adalah tanggung jawabmu.” Kata Braga mengintimidasi
“Apa rencana Shaw berikutnya?”
“Dia tahu langkahmu berikutnya sebelum kau mengambilnya, Dia mengawasimu, pikirkan itu. Satu-satunya caramu  untuk mendekati Shaw, Adalah jika dia menginginkannya demikian. “ kata Braga dan Brianpun tak melanjutkan melukai Braga.
Kembali ke London, Dom menyusuri jalan menuju kelokasi balapan jalanan, dan dari kejauhan ia melihat Letty sedang memasang taruhan, Dom mengambil kesempatan ini untuk mengajaknya berduel balapan lagi
“Kau benar-benar punya nyali. Kau beruntung tembakanku meleset.” Sapa Letty yang tengah berada didalam mobilnya
“Balapan atau mati, ingat?” Tanya Dom pada Letty, dan sepertinya Letty tidak asing dengan kamimat tersebut
Setelah wanita London berambut pirang itu memberikan aba-aba, Letty dan Dom pun saling melajukan mobilnya sama cepat. Dom merasa gaya menyetir Letty tidak pernah berubah. Dom membiarkan Letty berada didepannya, setelah mereka merasa cukup untuk beradu, Letty mengajak Dom menepikan mobilnya dan masuk kesebuah tepat berlatar luas. Disana Dom mencoba mengingatkan Letty akan masa lalunya.
“Dengar, hanya karena kau tahu caraku mengemudi, tidak berarti kau mengenalku. Apa lagi yang kau tahu tentangku?”
“Semuanya. Seperti luka ini. Kau mendapatkannya saat pertama kali kita bertemu.  Usiamu 15 tahun.
Balapan jalanan pertama. Ada anak yang suka pamer, kehilangan kendali mobilnya, dan menghantam tepat di dekatmu.  Kau beruntung tidak kehilangan tanganmu. “
“Biar kutebak. Kau yang menyelamatkanku. “
“Tidak. Akulah anak yang suka pamer itu.. Dan ini. Boil heights. Kau dan adikku Mia terperangkap di pojok jalan. Dan pikirmu itu ide yang bagus, Mencoba kabur dengan Torino Cobra mu menembus tembok. “
“Itu adalah saat terakhir kita bersama. Di Dominika. Kau pergi berenang malam-malam. Kau tergores karang. Aku mengikutimu. Aku bahkan membuat luka di tempat yang sama supaya adil.”
Letty masih tetap tak bisa mengingat masa lalunya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Dom. Namun sebelumnya ia memberikan liontin salib yang dulu pernah menjadi milik Letty.
“Suka atau tidak... Kau masih gadis yang sama. Aku melihatmu di luar sana. “
Setelah Lety pergi, seketika Shaw datang
“Dan dia pergi. Meninggalkanmu lagi. Kau mau yang berdarah-darah. Kita bisa lakukan yang berdarah-darah.” Kata Dom
“Bocah jalanan. Mulai dengan mencuri DVD Player di LA. Berakhir dengan pencurian 100 juta dollar di Rio. Yang  membuatku heran adalah, kenapa dia tidak pergi dan hidup tenang dengan hasil curian di Brazil itu? Malah, bergabung dengan suruhan pemerintah seperti Hobbs.  Dan aku sadar... Dia punya kelemahan. “ ucap Shaw
“Dan aku sadar... Dia punya kelemahan. Kau tahu, saat aku kecil,Abangku selalu berkata... Setiap orang punya prinsip. Prinsipku? Ketepatan. Tim mu bukan apa-apa kalau kau tidak bekerja sempurna sampai pekerjaan selesai. Efisien.Berhasil. Dan kau... Kau sangat loyal dengan kesalahan. Prinsipmu adalah keluarga. Mungkin itu akan bagus saat liburan, tapi...Itu akan membuatmu mudah ditebak. Dan itu artinya aku bisa mendapatkan dan menghancurkanmu kapanpun aku mau.” Kata Shaw lagi
“Bawa kru mu dan pergilah. Itulah satu-satunya cara agar keluargamu aman.” Pinta Shaw
“Abangmu tak pernah bilang padamu jangan pernah mengganggu keluarga orang?” Tanya Dom
“Aku akan pergi saat Letty juga pergi.” Kata Dom, dan percakapan mereka mulai berakhir saat Shaw menunjukkan cahaya laser dari senapan yang mengarah ke jantung Dom, dan begitu juga dengan Shaw. Hobs yang sudah berada di tempat ketinggan pun mengarahkan laser senapannya ketubuh Shaw. Shaw tahu itu perbuatan Hobs, lalu ia pun meninggalkan Dom setelah berpamitan.
“Riley, Shaw menuju arah tenggara, suruh Tej melacaknya melalui kamera lalu lintas, sekarang.” Perintah Hobs saat menuruni tangga.
Hobs akhirnya turun dan menemui Dom, ia sedikit bangga karena dengan ia memasang pelacak dimobil Dom, ia tahu kemana Dom pergi dan tentunya sedikit menghindarkan Dom dari sasaran tembak anak buah Shaw, sayangnya Dom susah tau kalau mobilnya dilacak dan ia justru mengantongi alat pelacak itu disakunya.
Brian akhirnya lolos keluar dari penyamarannya, ia sudah berada kembali di bandara dan siap menuju ke London. Sedangkan dimarkas Shaw, letty kembali membuka profil dan fotonya bersama Dom, ia pun melihat kalung yang sempat diberikan Dom berada di foto itu juga, Shaw datang dan sedikit membuat Letty marah.
“Jika aku memberimu perintah, Untuk membunuh Toretto. Apa yang kau pikirkan pertama kali?”
“Kenapa kau tak menatap mataku, dan katakan padaku, apa yang kau lihat.” Kata Letty dan Akhirnya Letty pergi dan meninggalkan kalung itu dimeja.
Beralih ke markas Dom dkk,
“Tej, katakan padaku, apa yang kau dapat?” tanya Hobs ketika melihat hasil pantauan cctv di monitor.
“Aku mencoba melacak Shaw setelah dia meninggalkan Kau dan Dom, tapi orang ini pintar... Jadi kita hanya bisa melacaknya sejauh itu. Dia tahu semua blindspot di kota ini... Jadi kita kehilangan dia di sekitar sini, yang artinya dia berada di sekitar radius setengah mil. Mungkin jika kita bisa memeriksa panggilan telepon, persewaan...” Jelas tej
“Tidak, dia punya keuntungan dengan banyaknya akses,Ada jalur subway, jalan tol, atau kanal banjir.” Balas Riley
“Itu pintar sekali. Jika kau terus bekerja seperti itu, aku akan kehilangan pekerjaan. Baiklah. Ayo tangkap si keparat ini.” Ajak Hobs pada Riley
Hobs dan Riley pun sampai di tempat persembunyian Owen, tapi sayangnya mereka sudah pergi dan lokasi itu kosong. Hobs menemukan sesuatu di tanah lokasi tersebut, dan sepertinya itu petunjuk yang cukup penting.
“Tidak ada yang kosong disini. Selalu ada sesuatu.” Kata Hobs
Ditempat lain, Jah dan anak buah Shaw sudah menyiapkan rencana mereka
“Ayo, kawan-kawan. Shaw, semua sudah pada tempatnya, Semuanya berjalan sesuai rencana.” Kata jah
“Bagus. Kirim dia masuk. “ jawab Shaw sambil memantau jalan dengan teropongnya diatas lantai bertingkat.
Dimarkas Dom, ponsel Tej bordering dan nama Samoan Thor muncul yang ternyata Hobs lah yang menguhungi
“Baiklah, apa yang kau dapatkan, Parker?” tanya Hobs
“Ya, cat yang kau temukan di tempat Shaw itu, adalah cat khusus, anti infra merah frekuensi rendah.” Jawab Tej
“Militer” kata Dom pelan
“Kita punya daftar pangkalan militer di sekitar sini yang menggunakan cat itu, tidak ada yang cocok.” Kata Tej lagi
“Baiklah, coba cocokkan dengan target militer Owen Shaw. Pasti ada salah satu yang cocok.” Saut Hobs
“Bingo. Pangkalan N.A.T.O. di Spanyol.” Teriak Parker
“Artinya Shaw ada di negara lain. Jaraknya 8 jam dari sini. “ kata Dom
“Kita harus bergerak sekarang. Tej, kirimkan infonya. Riley dan aku akan akan mendahului kalian ke markas... Kami akan melindungi komponen itu. Toretto, akan kusiapkan transportasi untuk kalian dan mobil kalian. Bersiaplah berangkat ke Spanyol, anak-anak. Sampai bertemu di Spanyol.” Kata Hobs
Dan lokasi berpindah ke Pangkalan N.A.T.O. Lusitania, Spanyol. Salah satu anak buah Shawa masuk kedalam panggalan itu dengan sedikit menyamar. Sedangkan di markas Dom, mereka sudah siap untuk menuju ke Spanyol, dan saat yang bersamaan Brian datang.
“Sialan kau, kau berhasil.” Teriak Roman ketika melihat Brian datang dr arah lif
“Ya. Apa yang terjadi disini?” tanya Brian heran
“Kita pindah ke pangkalan militer di Spanyol. Patroli perbatasan mengidentifikasi Shaw baru saja masuk kesana.” Jelas Tej
“Hobbs dan Riley berangkat duluan kesana. Kita akan menemui mereka disana” imbuh Han
Brian mencari Dom, dan Gisele menjelaskan kalau Dom tidak mau pergi tanpa Brian. Akhirnya Brian menemui Dom yang masih terdiam dipojok ruangan.
“Hobbs dan Riley berangkat duluan kesana. Kita akan menemui mereka disana”
“Aku tahu apa yang terjadi pada Letty. Semua itu salahku.” Kata Brian
“Apapun yang sudah kau temukan. Itu untukmu. Yang akan kita lakukan sekarang. Itu untuknya.”
Hobs sudah sampai di lokasi Pangkalan Nato dan bekerjasama dengan pemimpinnya
“Kami menyiapkan 14 titik untuk mengawasi perimeter. Sniper siaga di atas atap, siap menembak target.”
“Suruh orang-orangmu menjauh, mereka menyetir truk-truk itu dan akan menghantam apapun di depannya, seperti Walls of Jericho.” Jawab Hobs
“Hobbs, mereka baru saja menangkap orang ini, dia berusaha menembus sistem keamanan.” Kata Reiley dengen membawa anak buah Shaw yang tertangkap
“Markasmu dalam bahaya.” Kata Hobs
“Ikuti protokol, pindahkan komponennya, Shaw pikir ada disini. Kita akan mengeluarkannya dari sini sebelum dia tiba. Diam-diam dan bergerak cepat akan jadi teman baik kita.  Lindungi telurnya, jauhkan dari induk ayamnya. Tunggu sampai rubah nya tiba. “ kata Hobs
“Aku dapat kabar mereka menangkap anak buah Shaw di markas. Sekarang waktunya.” Kata Tej didalam pesawat
“Ada yang tidak beres. Dia mau mereka menangkapnya. Pikirkan ini, Interpol... Kau berhadapan sendiri dengannya. Braga bilang, Satu-satunya caramu mendekati Shaw, Adalah jika dia yang menginginkannya.” Jelas Brian menduga
“Tej, dimana komponen itu?” Tanya Dom
“Sedang dipindahkan ke tempat yang aman.”
“Shaw tidak akan menyerang markas itu.” Kata Dom
“Dia akan menyerang konvoi nya.” sahut Brian
Beralih kesebuah jalan layang (cukup keren nich jalannya). Terlihat konvoi mobil militer besar yang diprediksi membawa komponen yang hendak dicuri oleh kelompok Shaw. Dari arah lain, mobil Shaw dan anak buahnya mulai masuk kejalan utama. Mobil Shaw mulai melakukan sabotase mobil pengawal militer tersebut dengan menendangnya dari arah belakang. Shaw dan anak buahnya mulai menyerang mobil dan membacak mobil militer pembawa komponen itu. Di pangkalan NATO, mereka mendapat informasi kalau konvoi diserang. Hobs dan Riley segera mempersiapkan diri untuk naik helicopter.
Shaw, Jah dan Letty sudah berhasil masuk dan menguasi mobil milik militer tersebut. Tej, Han dan Gisele mengamati dari arah jembatan dan melihat konvoi mobil sudah datang. Tej juga member I tahu Dom melalui alat komunikasinya kalau Letty berada didala mobil itu. Dom dan Brian melajukan mobil mereka masing-masing untuk mencoba menghalau Shaw. Han dan Gisele mengejar dengan moge mereka masing-masing. Salah satu mobil yang dikendarai anak buah Shaw lainnya memasang jebakan tali didepan jalan mobil konvoi tersebut, yang mengakibatkan mobil pengiring terjegal kemudian terpental, sedangkan truk dibelakangnya dimana Shaw dkk berada didepannya, tiba-tba ikut bergolek dan secara mengejutkan sebuah Tank keluar dari dalam truk tersebut. Tej yang melihat dari jembatan nampak Shock.
“Kawan-kawan, kita butuh rencana baru.  Mereka punya tank. “ kata Tej
“Maaf, apa ada yang barusan mengatakan tank?” komentar Roman dimobil lain
Han dan Gisele terlihat terus mengejar mobil pertama yang dibawa anak buah Shaw.
“Kita kedatangan tamu, kawan-kawan. Toretto menuju tepat ke arah kalian. “ lapor anak buah Shaw pada Shaw
“Oke. Siapkan meriamnya.” Perintah Shaw
Gisele berusaha untuk berduel dengan anak buah Shaw. Ia menggantungkan dirinya kesisi kemudi dan Han tetap mengikut dari belakang. Nampak Gisele tergantung-gantung disisi pintu karena ia kehilangan keseimbangan. 
Han akhirnya berhasll ikut lompat kedalam mobil dan menarik setir agar menjauh dari truk yang ada didepan mobil tersebut. Gisele pun mulai mampu mengendalikan keseimbangannya dan berhasil menodongkan pistol kearah anak buah Shaw.
Shaw mulai menembakkan meriam melalui tanknya dan diarahkan ke Dom dan Brian yang berada di jalur seberang berlawanan arah dengan tank shaw. Namun Brian dan Dom masih bisa menghindar, justru mobil mobil lain yang menjadi korban.
“Siapa yang punya plan B?” tanya Roman
“Plan B? Kita butuh plan C, D, E... Kita butuh semua alphabet.” Jawab Tej panic
“Tej, kita lakukan keahlian kita. Kita improvisasi, oke?” sahut Brian
“Oke, Jah. Pindah ke sisi jalan satunya. Ayo kita bersenang-senang.” Perintah Shaw yang diprotes Letty karena diluar rencana mereka. Dan Tank itupun melintas ke jalur sebelahnya dengan menendang pembatas jalan. Roman mengekor dibelakang Tank. Sedangkan Shaw melibas semua mobil didepannya
“Jauhkan tank itu dari orang-orang.” Udap Dom
Roman berhasil mendahului tank dan menghalau mobil didepannya agar terhindar dari tendangan tank. Sayangnya Jah  kembali menembakkan meriam kearah mobil Roman, namun masih gagal dan kini mobil Roman semakin mendekat dengan roda tank yang siap menggilas mobil Roman dari belakang.
“Roman, bertahanlah. Bertahanlah, kawan.” Kata Brian
“Seseorang tolong lakukan sesuatu, ada tank di belakangku.” Teriak Roman ketakutan, lalu Roman melihat tali besar dijok belakang mobilnya.
Sedangkan Shaw kembali mengarahkan meriam kesebuah jembatan untuk menghalau langkah Dom dan Brian. Untungny Dom bisa menghindar. Sedangkan Roman kemudian naik kea tap mobilnya dan mengikatkan tali tersebut dengan laras panjang pada tank. Brian yang jalannya terhalang reruntuhan dari jembatan kemudian mengambil langkah  melompatkan mobilnya kesisi jalur dimana Roman berada dan tepat ketika itu, Roman loncat keatas atap mobil Brian dan berhasil, sedangkan mobl Roman sudah tergilas oleh Tank, namun tali yang tadi diikatkan masih melekat di tank sehingga mobil Roman justru terseret dibelakang tank. Roman senang sekali karena sudah sedikt lolos dari bahaya.
Mobil Roman terus ditendang Brian agar terjatuh ke tebing bawah jalan.
“Letty, lepaskan kabelnya.” Perintah Shaw, dan akhirnya Letty pun keluar dari Tank dan berusaha untuk melepas tali tersebut. Tak berapa lama mobil Roman pun telah jatuh dan karena talinya masih terikat dengan tank, tentu saja itu akan menjadi jangkar yang bisa menjegal langkah tank, sayangnya Letty sudah berada diatas tank. Dom yang melihatnya kemudian berusaha untuk menolong Letty, dan Shaw justru mengarahkan senapan tank itu kearah mobil Dom. Dom siap keluar dari mobilnya, dan tepat saat itu tank pun terjegal dan letty terlempar. 
Dom yang terpental karena mobilnya menatap pagar jalan akhirnya berhasil menangkap Letty diatas udara dan mereka berdua terjatuh diatas kap mobil dijalan sisi jalan lain. Para pengguna jalan lain panic dan saling berlarian. Helikopter Hobs pun datang dan segera menolong Dom dkk.
Kembali ke pangkalan NATO,
“Aku tak percaya mereka memakai tank seberat 70 ton untuk membawa satu chip komputer seberat 3 ons.” Kata pimpinannya ketika mereka berhasil membawa kembali komponen yang nyaris dicuri Shaw.
“Chip komputer seberat 3 ons itu jauh lebih mematikan daripada 1000 tank itu. “ balas Hobs
Pimpinan itu kemudian menanyakan Lety yang tengah berada didekat Dom dkk
“Dia tidak bersalah.” Jawab Dom yang membuat Letty terkejut
“Dia bekerja bersama Shaw.”
“Dulunya. Dia akan selalu jadi bagian dari kami.” Balas Dom
“Segera proses para kru Shaw. Aku tak pernah begitu bersemangat mengisi laporanku sebelumnya.” Kata Hobs sambil mengunjungi ruang isolasi Shaw.
“Kau tahu, aku harus mengatakan ini padamu, tapi... Semua yang terjadi disini karena salahku. Aku menempatkanmu untuk menyamar....” kata Brian saat mendekati Letty dan minta maaf
“Hentikan. Aku mungkin tak ingat apapun.  Tapi aku tahu satu hal tentang diriku. Tak ada yang bisa membuatku menjadi
apapun yang aku tak mau.” Jawab Letty
“Jadi kemana petualangan kita selanjutnya setelah ini?” tanya Han
“Bagaimana kalau, Kita menetap di satu tempat.” Jawab Gisele
“Dimana?”
“Tokyo. Kita selalu membicarakan tentang Tokyo.”jawab Gisele lagi
“Bisa kutanyakan sesuatu padamu ? Bagaimana kau tahu ada mobil di sana saat kita jatuh??”tanya Letty saat mendekati Dom
“Aku tidak tahu. Terkadang kau harus bergantung pada takdir.” Kata Dom
Sesaat kemudian Hobs datang dengan membawa Shaw yang sepertinya ada masalah yang lebih serius.
“Hei, Toretto. Kau harus mendengar ini.” Kata Hobs lalu Dom dan tim pun berkumpul
“Kalian pikir kalian sudah menang. Prinsip yang kalian pegang, adalah alasan kalian tidak pernah ikut permainan ini. Aku sudah bilang apa yang akan kulakukan padamu jika kau tak mau pergi, Toretto. Tapi kau tak mau mendengarnya. Sudah kubilang aku bisa mendapatkan dan menghancurkanmu, kapanpun aku mau. Aku sudah melakukannya.” Kata Shaw sambil terlihat flashback dimana anak buah Shaw mendatangi Mia dan anaknya, Mia lalu menyerahkan Jake pada Elena, sedangkan Mia ditangkap oleh anak buah Shaw.
“Mungkin kau harus menelpon Mia.” Saran Shaw, dan Brian pun menghungi ponsel Mia, dimana ternyata Mia sudah disandra dan meminta pertolongan. Brian langusung menghajar Shaw namun kemudian dilerai yang lain.
“Jadi beginilah semuanya berakhir. Kalian lepaskan borgol ku... Berikan padaku chipnya, aku akan keluar dari sini,
dan tak seorang pun boleh mengikutiku.” Kata Shaw dengan mengancam Dom
“Satu orang sandera tidak sebanding dengan hidup jutaan orang. Maaf. Pertukaran ini omong kosong” Komentar pimpinan lalu Hobs menodongkan pistolnya pada pimpinan NATO itu.
“Pertukaran ini adalah segalanya. Katakan pada orang-orangmu untuk mundur.” Ucap Hobs
“Toretto. Aku mau kau tahu, saat kita membiarkannya keluar dari pintu itu dengan chipnya... Kata-kata seperti "amnesti" dan "pengampunan". Hilang bersamanya.” Kata Hobs setelah Shaw dan anak buahnya dibebaskan dari borgol.
“Kata-kata itu sudah hilang sejak kami lahir.” Kata Dom
“Kau ikut, sayang?” ajak Shaw sambil membawa koper chip komponen itu dan Letty diam saja, justru Riley yang berada didepan Letty yang menjawab sambil tersenyum “ Tentu saja”
Tentu saja hal ini member kejutan bagi Hobs dan Tim Dom, ternyata Riley, rekan Hobs selama ini adalah anak buah Shaw yang menyusup kekesatuan Interpol. Sangar !!
“Sampai ketemu di horizon. Akan kutelpon dan perempuan itu mati.” Ancam Shaw
“Jadi bagaimana dengan adik Toretto?” tanya Riley saat Shaw melajukan mobilnya
“Dia sudah tak dibutuhkan lagi.” Jawabnya dan mencoba menelepon tapi tidak ada signya
“Aku baru saja melumpuhkan semua sinyal di area ini.” Kata Tej dan mereka mulai bersiap mengejar Shaw.
Dom mengajak timnya untuk bersiap dan kali ini Letty ikut dalam tim Dom atas kemauan ia sendiri.
Dom dan timnya yang menggunakan mobil berjalan menuju kesebuah landasan pesawat terbang. Kali ini Dom bersama Brian dalam satu mobil bersama Letty , Han dan Giselle berada di mobil lain, Sedangkan Hobs bersama Tej dan Roman. Mereka mengejar Shaw yang ada didepan bersama dengan mobil mobil anak buahnya yang lain.
“Pikirnya dia bisa kemana? Kita di pangkalan tentara, dia terjebak!” teriak Roman
“Kenapa, kenapa kau selalu buka mulut? Sekarang kita harus menangani pesawat besar itu.” Balas Tej saat melihat ternyata diepan mobil Shaw ada pesawat barang yang cukup besar dan Shaw siap masuk kepesawat yang bersiap untuk terbang itu.
“Itu bukan pesawat, Itu planet.” Balas Roman
Kargo mulai dibuka, dan Shaw mulai masuk kedalam badan pesawat itu diikuti oleh Dom dan Brian beberapa waktu kemudian. Shaw memerintahkan anak buahnya untuk menghalangi Dom dan tim mengikutinya. Anak buah Shaw terus mengahalangi mobil Hobs maupun Han. Mereka saling berduel mobil satu dengan yang lain,sedangkan Dom terus berusaha mengikuti Shaw masuk dalam pesawat.  Didalam pesawat, terlihat Mia dibawa oleh anak buah Shaw, lalu Dom pun berhasil masuk, mereka berusaha melawan anak buah Shaw, sedangkan Brian menyelamatkan Mia yang berhasil lepas dari cengkraman ank buah Shaw. 
Brian harus berhadapan dengan anak buah Shaw yang bertubuh besar, sedangkan Dom terus mengejar dan menembaki Shaw yang terus menghindar. Letty dan Riley terlibat duel bersama, mereka saling berebut senapan yang mungkin saja bisa membunuh meraka berdua. Shaw masih terus mengejar Mia, dan menyusuh anak buahnya untuk menguhubungi pilot agar segera tinggal landas. Namun pilot mengatakan beban pesawat terlalu berat.
“Bawa aku mendekat, jika aku bisa menembak flap nya, mereka tak akan bisa lepas landas.” Kata Gisele pada Han ketika ia hendak menembakkan pengait ke salah satu sayap pesawat itu. Sedangkan Hobs mencoba untuk melompat masuk kedalam pesawat melalui lubang roda. Brian didalam pesawat masih kesulitan menghadapi anak buah Shaw yang besar dan akhirnya ia bisa lepas dan beralih menghajar Shaw. Kini giliran anak buah Shaw yang besar tadi berduel dengan Dom. Saat yang bersamaan, Shaw hampir membunuh Brian yang terkulai, Mia pun berteriak lalu Dom segera mendeorong tubuh si besar tadi hingga menjatuhi Shaw. 
Brian pun membawa Mia pergi dan membawa Mia masuk kedalam mobil seda merah yang ada didalam badan pesawat lalu membawa mobil itu keluar dari pesawat. Vegh anak buah Shaw yang cewek mengejar mereka dengan mobil formula one nya. Kini giliran Brian yang menjegal Vegh, awalnya mobil Brian terlempar jauh, namun masih bisa jatuh dengan baik, sedangkan Vegh terhantam pembatas jalan dan terpental berkali-kali. 
Didalam pesawat, Riley masih terus berduel dengan Letty, Begitu juga dengan Dom yang dikeroyok antara Shaw dan si besar, kemudian datanglah Hobs membantu Dom menghajar  anak buah Shaw itu.
Diluar, Roman bertarung dengan Jah dan anak buah Shaw lainnya diatas mobil yang berjalan. Tej berhasil melempar mobil anak buah Shaw hingga hampir menjegal jalur mobil Brian. Mobil Han kembali berduel denga mobil anak buah Shaw lainnya, sayangnya pesawat mulai take off dan mobil Han mulai terarik karena tadi sempat mengaitkan tali ke bagian sayapnya. Disisi lain, Roman mencoba melemaparkan tali pengait juga ke sayap pesawat, namun sepertinya sasaran Roman tidak tepat.
Didalam pesawat, masih terus terjadi duel. Kini sang anak buah besar sudah berhasil dikalahkan berkat kerjasama Dom dan Hobs. Letty nyaris kalah dengan Riley, namun Letty berhasil membuka pintu pesawat dan meraih senapan besar lalu menembakkan kea rah Riley “Tim yang salah, sundal!” dan Riley pun terlempar keluar pesawat.
Pesawat semakin sukses naik, dan mobil-mobil dibawahnya tertarik seperti mainan. Anak buah Shawa lainnya berhasil menarik Gisele dari dalam mobil, Han berusaha menolongnya namun agak kesulitan. Dari arah lain, Brian mencoba untuk menembakkan tali pengait lagi untuk menarik pesawat agar tidak tinggal landas. Mia beralih mengendalikan mobilnya. Brianpun sukses menancapkan pengikat itu. Sedangkan Gisele dan Han masih bertarung sengit, Gisele hampir saja terjatuh namun Han masih bisa menariknya, saying dibelakang Han, anak buah Shaw mulai mengancam, dan Gisele pun melepaskan genggaman Han dan menjatuhkan diri serta merta dengan menembakkan senjatanya kea rah anak buah Shaw dibelakang Han.
Han shock melihat Gisele berkorba untuk dirinya. Han kembali mengendalikan mobilnya setelah menghajar anak buah Shaw dan melembarnya kearah baling-baling pesawat.
Pesawat masih terus berusaha take off tapi masih sulit,
“Kita harus pergi, pesawatnya akan jatuh!” kata Hobs lalu ia terjun tepat diatas mobil Roman dan Tej,, lalu
Dom menyuruh Letty ikut terjun dari pesawat, Hobs member aba aba dari bawah, dan lompatlah Letty. Awalnya Dom hendak ikut terjun juga, namun ketika ia melihat Shaw berlalu, Dom mengurungkan niatnya dan masuk lagi kedalam pesawat dan mengejar Shaw. Letty berteriak kecewa karena Dom tidak mengindahkan panggilannya.
Dom mengejar Shaw yang masuk kedalam mobil hendak mengambil koper chip tadi, Dom berhasil menghajar Shaw walau agak kewalahan. Karena posisi pesawat sudah mulai naik dan miring, beberapa mobil didalam kargo mulai turun dan jatuh karena pintu kargo masih terbuka. Dom sempat melihat pintu kargo mulai tertutup sedangkan mobil yang ia naiki berangsur merosot. Dom dengan cepat mengambil koper itu dan keluar dari mobil, hampir bersamaan dengan itu, mobil merosot dan menabrak pintu kargo, Shaw yang masih berada didalam mobil terlempar keluar dari badan pesawat. Salah satu sayap pesawat akhirnya
bisa ditarik dan dipatahkan sehingga menimbulkan ledakan hebat, Dom berusaha keluar dari bada pesawat tersebut. Setelah sayap satunya pun ikut roboh, 
badan pesawat mulai teseret diatas kandasan, dan seketika sebuah mobil keluar dari moncong pesawat. Letty terlihat tersenyum puas, sayangnya karena terlalu banyak tekanan, mobil Dom jsutru berbalik dan terpental-pental kebelakang pesawat yang penuh dengan kobaran api. Brian dan kawan-kawan
menghentikan mobil agak jauh dari bangkai pesawat yang masih terbakar. Semuanya menatap pemandangan didepannya dengan penuh harap, lalu muncullah sosok Dom dengan membawa koper dibalik kobaran api. Letty langsung berlari mengejar Dom, dan nampak Mia memeluk Brian dengan senang.
“Dimana Giselle?” Tanya Mia saat melihat Giselle tak nampak
“Dimana Giselle?” Tanya Mia lagi sambil mendekat Han, namun Han hanya diam saja, dan Mia pun ikut sedih dan memeluk Han begitu juga Brian.
“Ini harganya milyaran, huh?” kata Dom sambail menunjukkan koper itu pada Hobs
“Ya, benar. Sebutkan imbalanmu, Dom!” balas Hobs
“1327” jawab Dom membuat Hobs dan tim Dom bingung.

Beberapa waktu kemudian, nampak beberapa mobil parkir didepan halaman rumah bernomor 1327, yang tak lain itu adalah rumah masa kecil Dom dan Mia. Dihalaman belakang mereka membuat pesta kebun bersama-sama. Brian nampak menggendong Jake,
“Aku tahu mungkin udara disini payah, lalu lintas juga parah,tapi, kupikir kau akan menyukai tempat ini.” Kata Brian pada Putra kecilnya
“Ya, kau bisa membuat bengkelmu sendiri. Mungkin kau bisa membantu ayahmu.” Balas Mia
“Mobil pertamamu nanti Dodge Charger, Jack.” Sahut Dom yang sedang erdiri bersama letty.
“Maksudmu Skyline?” balas Brian, karena mereka berdua memang punya selera berbeda soal mobil, Dom lebih suka mobil klasik yang belum di modif, sedangkan Brian suka mobil modern plus technologi canggih (dan tentunya berwarna biru).
“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?Tokyo?” Tanya Roman dan Tej pada Han.
“Ya, itulah yang harus kulakukan.”
“Kau tahu kami akan selalu ada. Kapanpun kau butuh kami.” Kata Tej.
Roman lagi-lagi mengelurkkan kata-kata konyolnya saat Hobs datang, kali ini ia berpatner dengan Elena kembali.
“Sudah resmi. Kalian semua bebas. Tidak buruk, mengingat kau bekerja untukku.” Kata Hobs sambil menyerahkan berkas pada Dom.
“Kita semua tahu kau yang bekerja untukku, Hobbs.” Kelakar Dom
“Setuju untuk tidak setuju.Terima kasih.” Ucap Brian
Letty kemudian mendatangi Elena, sedangkan Tej dan Roman mulai bergunjing dibelakang mereka.
“Aku ingin berterima kasih. Untuk apapun yang telah kau lakukan untuknya. Untuk kami. Kau wanita yang luar biasa.” Kata Letty
“Dia pria yang luar biasa. Cobalah untuk menjauhkannya dari masalah, oke?” Balas Elena
“Kau tahu itu tak akan bisa.”
Beralih ke Dom dan Hobs yang saling bercakap-cakap, meskipun mereka berhadapan, namun mereka tidak saling menatap.
“Tidak buruk untuk seorang polisi.”kata Dom
“Tak pernah terpikirkan,Aku mempercayai seorang kriminal. Sampai lain waktu.” Kata Hobs kemduian, dan “Sampai lain waktu.” Balas Dom lalu Hobs pun pergi meninggalkan rumah Dom
“Elena. Kau tahu kau tak harus pergi.” Panggil Dom sebelum Elena mengikuti Hobs
“Semua ini... Ini keluargamu. Inilah dirimu yang sebenarnya. Inilah keluargaku. Inilah diriku yang sebenarnya.” Sambil menunjuk lencana kepolisian yang ia pake, Elena pun berpamitan setelah mengecup bibir Dom.
“Baiklah semuanya, ayo makan.”
“Ayo, sobat, cepatlah.” Kata Roman sambil ia memasukkan kerupuk kemulutnya.
“Gigitan pertama.Dia yang memimpin doa. Peraturan rumah, men. Peraturan rumah.” Tunjuk Brian pada Roman yang diikuti senyum Dom dan Letty
“Apa ini kelihatan familiar bagimu?” Tanya Dom pada Letty
“Tidak. Tapi rasanya seperti di rumah.” Jawabnya sambil tersenyum
“Itu cukup bagiku. Oke, Roman.” Kata Dom sembari duduk dan Letty pun ikut duduk diatas pangkuan Dom.
“Berkati meja ini.” Lanjut Dom
“Bapa, terima kasih karena kami bisa berkumpul kembali. Bapa, kami berterima kasih atas segala pilihan yang kami ambil. Karena itu yang membuat kami tahu siapa kami sebenarnya. Berkatilah teman kami tercinta yang telah mendahului kami.
Terima kasih  telah memberikan malaikat kecil pada keluarga ini. Terima kasih telah membawa Letty pulang. Dan yang paling penting,Terima kasih untuk mobil-mobil cepat.”

Sekian…

Cerita dibagian Credit :
Terlihat adegan kebut-kebutan yang terjadi di jepang (diambil dari adegan Tokyo Drift).
“Perhatian untuk semua mobil patroli..”
“Ada dua mobil sedang kebut-kebutan dengan RX7”
“Kebut-kebutan berlangsung di tengah Distrik Shibuya”
“RX7 mendekati perempatan jalan”
Dan tiba-tiba sebuah mobil menghantam mobil lainnya hingga mobil itu terlempar dan terbalik, seorang pria yang menabrak mobil tersebut keluar, lalu berjalan menuju kearah mobil si pria, dan melempar kalung saliob milik Letty dulu yang sempat dibawa Shaw. Pria itu lalu menghubungi seseorang melalui ponselnya,
“Dominic Toretto... Kau tak tahu siapa aku... Tapi kau akan segera tahu.” Kata pria itu yang tak diketahui siapa jati dirinya, hanya terihat jelas diperankan oleh Jason Statham.
(menurut sumber Wikipedia, Pria ini adalah Abang dari Owen Shaw, Ian Shaw. Abang yang pernah diceritakan Owen Shaw saat bercengkrama beresama Dom. Ia sepertinya berniat balas dendam pada Dom dan timnya atas kematian adikknya. Kita tunggu saja kelanjutannya di Fast Furious 7, kayaknya bakal rilis Juni/Juli 2014).

*****



*Forza Inter Milan 1908….*