Showing posts with label my Little Story. Show all posts
Showing posts with label my Little Story. Show all posts

Sunday, September 20, 2015

Ceritaku di Masa Itu



1 September 2013
Tanggal ini tepat jatuh di hari Minggu, awal bulan September yang aku harapkan menjadi benar-benar September ceria. Sudah 3 hari ini aku mengalami kegalauan dan harap harap cemas karena seharusnya tamu bulanan yang semestinya sudah datang jumat atau sabtu kemarin ternyata belum kunjung datang juga. Bahkan, hari ini aku dan koko sengaja pergi untuk berlibur dan refreshing ke Kemuning, selain memang sudha lama ingin sigle touring didaerah yang adem, aku sedikut sengaja ingin membuat tubuhku kecapekan, siapa tahu setelah capek si tamu datang juga. Sepanjang perjalanan terkadang aku sesekali merasakan kram dan sedikit tanda tanda lain kalau tamu itu mau datang,aku emang agak cemas juga karena aku selama ini tidak pernah sekalipun terlambat haid (kecuali dulu waktu mengkonsumsi obat hormone resep  dari dokter). Harap-harap cemas terus bergelayut dihatiku ini, berharap sich semoga emang tamu itu ngga lagi datang yang artinya bakal ada calon dede yang hidup dirahimku, amin. Sampai sore hari, ternyata tamu itu belum datang juga, lagi-lagi cemas dan bertambah gaalu, terlebih besuk senin aku berniat hendak puasa (nyaur puasa Ramadhan yang sempet hutang 8 hari). Karena takut besuknya kecewa udah puasa dapat sehari, eh belum dul takut kalau si tamu udah datang, tapi aku kembali yakin aja dech, kalau toh emang mesti seperti itu hidup yang mesti aku jalani, ya Walalhuallam kan?. Koko ku pun juga menyarankan untuk puasa aja. Akhirnya aku memilih jika hasil pertandingan dini hari Inter Milan vs Catania, Inter sukses menang, berarti itu jawaban kalau aku diizinkan untuk Puasa. Dan aku pun melanjutkan niat ibadahku tesebut.
2 September 2013
Dengan sedikit keyakinan mampu menuntaskan puasa hari ini, aku tetep berusaha memegang teguh kalau apapun yang terjadi sudah menjadi rencana Ilahi. Dari waktu Dhuhur sampai Ashar, si tamu belum juga datang. Berhara semoga aku bisa menyelesaikan puasa hari ini sampai akhir.  Dan karena rasa pensaran yang teramat dalam, aku pulang kerja mencoba untuk mampir ke apotek beli testpack (tamu ku bukan tipe yang molor datang, selalu lebih awal dari tanggal sebelumnya), sampai dirumah, kebetulan aku temukan rumah sedang kosong, ngga tau Mami ku lagi kemana. Aku langsung saja coba test itu meskipun anjurannya sehabis bangun tidur. Harap harap cemas karena aku sering melakukannya ketika penasaran menyerang, dan selalu hanya satu garis yang aku temui. Dan kali ini setelah menunggu beberapa menit, ada garis kedua yang masih sangat samar-samar dan tipis. Aku berharap ini pertanda baik dech. Aku pun melanjutkan aktifitas sore seperti biasa. Dan tak lupa sempat mengabari koko dengan hasil tersebut. Alhamdulliah, akhirnya sampai suara Adzan Mahgrib berkumandang, aku lulus menjalankan ibadah puasa hari ini.
3 September 2013
Pagi pagi buta aku bangun (sekarang sering banget terbangun jam 3 pagi), karena udah kebelet pipis, aku putuskan untuk melakukan test lagi dengan testpack beda merk yang sudah dibelikan koko sepulang kerja tadi. Dengan harga dan merk yang lebih tinggi, berharap hasilnya lebih kelihatan. Setelah beberapa menit, ternyata masih tetep saja samar-samar dan tipis. Harapan dan harapan terus aku tanam dalam hati. Melihat expresi suami, aku ikut senang rasanya. Yang jelas setelah muncul 2 garis itu aku lebih yakin menjalankan ibadah puasa hari kamisnya. Sembari harap harap cemas aku terus mencari info dari google. Pagi hari sebelum berangkat kerja, aku bilang Mami kalau sementara mau stop dulu minum jamu kunir putih (awalnya untuk mengendendalikan kista ku). Mami pun bertanya dan aku menjelaskan sedikit serta menunjukkan hasil test itu, Mami pun suruh sekedar menunggu lagi biar lebih jelas.
6 Septembet 2013
Jumat sore ini akhirnya aku dan koko memutuskan untuk mencoba cek up kedokter. Selain memastikan benar tidakna tanda samar di testpack tersebut, aku juga ingin sekedar tau kondisi kesehatanku. Setelah beberapa hari sebelumnya sempat sharing dengan mantan teman kuliah melalui Whatapps, akhirnya sore ini aku dan suami niat ke dr Obygn. Kami berangkat setelah sholat Mahgrib, kami langung menuju RB yang dulu biasa aku kunjungi. Sampai disana ternyata dr. SPOG nya baru akan datang nanti jam 21.00. Karena jam juga baru pk. 18.45, koko memutuskan untuk mencoba pindah tempat lain saja. Salah juga sich karena aku ngga telpn dulu ke RB nya. Akhirnya dengan terpaksa mencoba ke RB yang lain, denger cerita-cerita temen, agak kurang sreg juga karena denger-denger dokternya genit. Sampai disana, aku dapat antrian ke 3. Dua ibu-ibu muda lainnya udah kelihatan hamil tua. 30an menit kemudian baru sang dr turun (kebetulan itu RB juga rumah pribadi dia). Setelah nunggu beberapa menit. Akhirnya kami masuk. Dr. nya emang ramah dan agak lucu, kami disambut dengan lelucun-lelucun khas dr (udah biasa denger dr ngelucu tipe-tipe kayak gitu). Setelah ditanya muter-muter soal proses oprasi usus buntuku, akhirnya si dr mulai memainkan alat usgnya, dan menurutnya, belum ada tanda-tanda kehamilan dirahimku. Dr juga sempat menanyakan testpack nya, yang atas saran temanku kemarin aku suruh membawanya. Dr masih belum percaya dengan 2 garis yang samar2 itu. Justru yang bikin nyeseg, setelah dr itu tahu aku dan koko menikah hampir 1.5 th dan belum pernah hamil, si dr langsung menyarakan dan meminta perawat membuat surat pengantar tes sperma (what??tanpa babibu,, Tanya apakah kami selama itu kumpul terus, atau emang sengaja menunda???Noooo.. dan dari detik ini aku mulai tidak respect dengan keputusan sang dr. ) bukan terlalu berharap aku hamil, tapi ya kenapa ngga suruh nunggu or datang lagi 2-3 minggu, Kalu ternyata emang akhirnya aku haid atau emang ngga hamil, baru deh nyuruh test ini itu. Pulang dari RB itu, aku agak ill fell, bukan kecewa karena kehamilan itu belum kelihatan, tapi kecewa dengan keputusan dr.
7 September 2013
Pagi ini koko ku berencana untuk melakukan test yang disarankan oleh dr. Tapi karena aku dah terlanjur ill fell, dan ngga respect. Aku ngga ngizinkan koko ku melakukan test itu. Emang dulu aku berharap koko mau melakukan itu, tapi aku harus kembali bersabar. Kalau memang akhirnya dalam waktu beberapa minggu ak dinyatakan tidak hamil, baru koko aku izinkan untuk test, itupun kalau ia mau.
12 September 2013
Karena tiba-tiba selama seharian ini aku merasa perut sebelah kanan bawah, lokasi kista dulu bersarang terasa nyut nyut nyut dan intensitasnya makin kenceng, sore aku minta koko antar ke dr. Kali ini aku telepon dulu sekitar jam setengah lima sore, dan disuruh telepon lagi setengah 6. Pas setengah 6 lebih dikit aku telepon, ternyata baru aja dr prakteknya izin mau jagong. Alhasil aku batalkan untuk periksa. Kemudian aku cerita ke koko kalua ibu dr yang dulu banget aku pernah konsultasi juga buka praktek disalah satu klinik baru di daerah Mojosongo. Ketika aku selesai mahgrib, koko bilang kalau ibu dr masih ada di klinik tersebut sampai pasiennya habis. Tanpa babibu, akhirnya aku langusng minta diantar. Sepanjang perjalann aku terus berdoa.. dan sampailah diklinik yang aku tuju, setelah Tanya salah satu perawat disana, ternyata ibu dr nya baru saja pulang dan tidak praktek lagi pada sore itu. Kecewa cukup terasa dihatiku, sepanjang perjalanan pulang aku nangis dan berfikir apapun yang terjadi sudah jadi kehendak Allah. Sakit perut sebelah kanan masih terasa nyat nyut, tapi kemudian berangsur angsur mereda.
13 September 2013
Friday the 13. Tepat disore ini aku kembali memutuskan untuk periksa lagi ke dokter, sebenarnya masih belum yakin kehamilan itu akan kelihatan, karena kata temen telat 2 minggu belum kelihatan. Cuman dua hari ini perut bawah rasanya nyeri dan tanda-tanda waktu kista nya sakit itu seperti mau kambuh lagi. Karena takut akhirnya aku ajak koko perikasa lagi. Sebelumnya pagi aku dah sempet sharing dengan rekan satu kantor dan minta nomor telepn untuk pendaftaran. Akhirnya via sms aku daftarin diri dulu, dapat no 21. Sorenya sebelum mahgrib aku dan koko udah sampai di tempat klinik ibu dr itu. Sesampai disana udah banyak banget yang antri, dan ternyata urutan antri tergantung daftar ulangnya, yang daftar ulang sore trus ditinggal ternyata banyak banget. Habis Magrib itu bu dr nya baru datang. Aku memilih sholat Maghrib dulu dimoshola klinik. 1 jam-2 jam menunggu cukup lama sekali, malah sakit kepala sebelahku kumat. Haduw rasanya pingin ndang pulang dan bobo aj, Sepertinya aku kelaparan karena belum sempat makan. Tepat pkl. 20.00 namaku dipanggil, itupun masih nunggu antrian didalam sekitar 15 menit. Dan akhirnya aku dan suamipun punya kesempatan masuk keruang praktek dr wanita ini yang setahun lalu aku sempat pernah periksa karena nyeri diperut bagian bawah. Dr itu Tanya Tanya singkat dan menanyakan hasil testpack ku meskipun ia tidak menanyakan testpacknya. Akhirnya aku diminta baring dan dicek rahimku melalui USG perut. Dr sempat bertanya saat mengetahui bekas jahitan diperutku. “Kistanya dioprasi?” Tanya bu dokter, “Ngga dok, itu oprasi usus buntu, bahkan kistanya ketauan sebulan setelah saya oprasi usus buntu”. Bu dokter pun kemudian melihat isi rahimku melalui layar monitor. Beliau menyebutkan kalau memang ada penebalan dinding rahim, namun janin nya belum kelihatan. Dan saat di cek lagi, kista yang sebelumnya besarang di perut sebelah kanan dengan ukuran 5,8 cm katanya sudah tidak terlihat/ hilang. Subuhanallah… aku cukup tenang dan gembira setelah tau kista itu tak lagi bernaung di tubuhku, meskipun masih penasaran karena janin belum juga terlihat, tapi setelah aku cek tanya teman dan googling, emang terkadang yang abru telat 2 minggu embrionya belum keliatan. Dr memberi aku obat penguat sama vitamin yang harganya lumayan tinggi. Bu dokter juga berpesan untuk tidak terlalu capek dan banyak aktivitas. 2 minggu lagi diminta untuk balik cek up lagi, semoga tidak ada flek2. Amin.  Dan akhirnya…agenda piknik hari minggu lusa terpaksa aku batalkan…
Semoga periksa berikutnya udah kelihatan embrionya, dan berada dalam posisi rahim yang tepat dan normal. Semoga Allah memberikan kelancaran hingga kelahiran kelak. Insyallah kesabaran akan berbuah hasil dan akan indah nanti pada awaktunya.
Semangat Iin..
18 September 2015
Dua tahun berlalu………………………………………………………….
Bukannya aku salah nulis tahun, tapi memang cerita diatas tak sempat aku lanjutkan di dua tahun yang lalu. Bukan karena tidak ada waktu untuk melanjutkannya, tapi mungkin karena rasa trauma dan keengganan yang nyaris memuatku tak bersemangat lagi di kala itu. Mungkin kali inilah saatnya aku melanjutkan kisah yang terhenti di 13 September 2013. Sejak periksa dari dr Prita, pola kehidupanku memang agak berubah, mulai rajin minum susu bumil, udah ngga boleh ikut piknik, diminta yang hati-hati. Harapan dari sebuah penantian selama 1,5 tahun seoalh sudah dihadapan, orang tua dan mertua Nampak begitu senang mendengar aku hamil (meskipun memang sat usg embrio belum terlihat). Beberapa hari pasca itu, perut ku terkadang masih terasa nyeri, sempet googling juga, dan katanya sich wajar… selain nyeri, area kewanitanku sering basah karena keputihan yang cukup deras, kadang bikin was was karena takut bukan keputihan tapi malah darah mens. Denger denger juga wajar kalau keputihan karena itu pengaruh pH.
Minggu terakhir dibulan September kala itu, aku berniat seperti biasa pulang mudik sama suami ke Sambi di tiap akhir pekan, awalnya mami melarang, disuruh istirahat aj, tapi akunya nekat karena mungkin agak sok belagu kuat dan pingin aja beraktifitas biasa meskipun hamil muda. Sepulang kantor, ak mampir dulu ke Luwes beli susu Bumil, karena ada promo, akhirnya aku beli satu gratis satu. Habis itu mampir dulu juga beli mie ayam, sepanjang makan mie, perut ku sebelah bawah kok jadi nyeri kayak mau mens gitu, trus juga area kewanitaan agak basah. Akunya masih cuek aja, ketika sampai dirumah, baru dech aku liat, hmmmmm, agak dag dig dug karena ada flek coklat dicelana, langusng googling, mungkin itu penempelan embrio ke dinding rahim kaliii, masih tetep positif thinking…
Sampai malam aktifitas nonton film tetep lanjut, bahkan sampai ketiduran juga… tengah malam saat terbangun, kok merasa makin basah aja tuch daerah bawah.. ngga kepikiran ke KM deh, langsung aj aku cek di kamar, Masyallah…….seeeerrrrrrrrrrrrrrrrrr, darah seperti terlepas dari jantung karena si jantung berdetak sangat keras. Basah basah yang sebelumnya putih, kini menjadi merah….Mens kah aku??? Atau kegugurankah aku? Perut masih fine fine aja, masih adem ayem belum berontak. Aku langsung bangunkan suami, dianya juga kaget…tapi ngga tahu kok trus kayaknya dia bisa tidur lagi. Aku-nya mencoba untuk ikut tidur, berharap darah ngga makin banyak. Tapi kok ngga nyaman, minta dech antar suami ke KM. Darah keluar layaknya Mens biasa, perut masih santé, badan masih bisa jalan, meski mental udah amburadul… dibawa dech buat tiduran… tapi tetep ngga bisa tidur karena kepikirannya yang macem macem…nangis,,,yach tentu air mata udah banjir di pipi, my koko??? Ngga tau dech dia kea lam mana,,dan seperti apa, yang aku tangkap cuman dia terpejam dengan suara dengkurnya…  Detik demi detik aku lewati, mata ngga bisa merem karena mendadak bayangan Mami nongol di depan mata… andai saja kemarin dengerin nasehat mami, tapi aku ngga boleh nyalain keadaan juga sich..cuman aku ngga tau gimana mau ngabari Mami dengan keadaanku ini, aku yakin mami pasti lebih sedih dan kecewa,,,,lebih lebih pasti luar biasa khawatirnya… semakin lama aku melek, perut terasa semakin sakit…sakit…dan luar biasa sakitnya…. Udah lebih dari rasanya sakit waktu mens. Makin lama kok makin nambah mules, pingin bab juga.. bangunin dech my koko bear, antar lagi ke KM yang emang berada di luar rumah…
Setelah beberapa menit bersemedi, si BAB keluar juga, tapi perut masih luar biasa sakit… nah pas mau cebok nih (Maaf yach,,,,bahasa sama temanya agak jorokkk dari tadi nich)… pas di mulut kemaluan kok ada sesuatu yang mengganjal, pikirku sich gumpalan darah mens kayak biasa, aku guyur air tetep ngga mau lepas, agak aku tarik ngga bisa… punya inisiatif agak ngeden dikit sich…hufttt,,, saat proses keluar,,,,Masyallah..perutku nyeriiiinya sangat ngga karuan,,, dan siapa yang ngga terkejut.. setelah something tadi terlepas, dan aku rasa emang agak besar, juju raja aku penasaran pingin liat karena emang masih ada di telapak tangan kiriku…Ya Allah Tuhanku, itu gumpalan darah yang besar, nyaris menuhi telapak tangan, dan bentuknya itu seperti embrio berselaput tipis. My Koko bear yang diluar aku kasih liat, dia juga kayaknya agak shock, ngga tahu dan bingung mau ngapain, ya udah aku buang aja..
Setelah istirahat, ibu mertua mulai bertanya kenapa dan ada apa?? Aku udah ngga bisa njawab karena juga ngga tau what wrong with my body and my baby…
Karena khawatir, ibu mertua akhirnya manggil bidan kerumah, aku nya duruh badrest d tempat tidur, ngga boleh kemana-mana…berhubung setelah itu ibu mertua ada acara ke Boyolali, tinggal aku sama Koko Bear, aku udah feeling calon anakku udah luruh, maybe gumpulan darah yang tadi sempat aku keluarkan.. koko udah ngalarang aku turun dari tempat tidur, tapi aku ngga bisa pipis kalo ngga jongkok/ duduk. Selama nunggu ibu pulang, aku sempet ngabari Mami,,,nangis nangis dech aku di kamar, walaupun cuman keluar air matanya doank, bukan trus mewek dan teiak teriak. Seketika aku pingin banget pulang, pingin ketemu Mami, pingin ada dideket Mami…rasanya tuch udah berantakan banget. Al hasil, sekitar pagi menjelang siang, aku diantar Mertua pake mobil om Dodo, karena koko bear ngga berani bawa aku pulang motoran (sempet merengek minta pulang kerumah pake motor aja).
Sesampai dirumah, ketemu Mami, rasanya udah agak plong, perut juga udah ngga sesakit tadi, darah juga ngga banyak keluar, normal kayak Mens aja sich (Nulis ini aja air mata udah ngga bisa dibendung, pantesan aku dulu ngga sanggup lanjutin nulis). Di kamarku istanaku, aku bisa sedikit terlelap tidur, mami berulang kali menenangkan dan mengikhlaskan, tapi tetep aja rasa bersalah dan entah perasaan nano nano apa dihati, masih saja ngga bisa dijelaskan. Menjelang sore, aku minta di antar ke Bidan, supaya tahu harus bagaimana. Mami pun mengantarku ke bidan Miranda yang notabene tetangga Budheku di lain kampong. Sama bu Miranda, aku disarankan untuk kiret saja di Yarsis, nanti ketemu sama Dr. Cici. Karena kemungkinan minggu sore bu Cici ada di RS jadi bisa langsung ditangani.
Akhirnya aku diantar sama temennya ibu ke Yarsis, disana di cek pemeriksaan dalam trus dibawa ke ruang bersalin sambil nunggu USG. Sekitar habis Isya, aku dibawa ke ruang USG, sama petugas disana, katanya sich tidak ditemukan embrio atau apalah, lha trus berarti gue ngga hamil dunk??? Sempet Tanya juga soal kista, yang juga tidak ditemukan.. usai USG, balek dech ke ruang bersalin, sambil nunggu info lanjut. Sempet sich nontn inter vs mana lupa, Internya menang telak, habis itu nontn final Piala Indonesia kayaknya…mana pake perpanjangan waktu dan adu penalty, padahal udah pingin merem karena migraine menyerang. Baru juga tidur 15 menit, perawat masuk dan bilang, urineku masih positif, besuk pagi kiret, mala mini mau dibuka dulu jalan lahirnya… wah ngga ngerti dech sama bahasa medis, yang pasti nich, perawat udah nyiapin alat yang sangat mengerikan (aku aj sampai sekarng ngga mau browsing tuch alat di Google, takut illfell aja), kaki mulai di kangkangin pake penyangga kaki yang ada di tempat tidur…dan mulai dechhh, sebuah alat di masukkan ke dalam lubang vaginaku dengan tujuan memasang alat Lamina atau apa lah, untuk membuka jalan lahir….sumpahhhhhhhhhhhhh, aku sepertinya kapokkk setengah mati, 99% dalam hidupku rasanya udah ngga mau kayak gini lagi, dan untuk kali pertama dalam hidupku, aku merasakan trauma dan takutnya minta ampun.. bahkan setelah selesai pemasangan, setiap ada perawat yang datang, aku selalu Tanya, besuk di bius ngga mba? Besuk sakit kayak tadi ngga mb? Meskipun si perawat selalu bilang, besuk dibius mb, tapi emang dikit dosisnya. Tetep aja tuch, ngeri sampai mirisnya ngga ilang-ilang. Dari jam 12 malam sampai denger adzan Subuh ak udah ngga bisa tidur normal, masih ngrasa ngerrriiii banget nich..
Senin pagi, sekitar pukul 08.00 yach lebih dech kayaknya, proses kiret akan segera dimulai. Perawat udah mulai ribet kekanan kekiri, alat-alat medis mulai terdengar dipersiapkan, dan datanglah perawat menyuntikkan obat bius melalui selang infuse, akunya disuruh berdoa dan membaca Al Fatihah dengan keras.. Takut?? Udah mbahnya takut dech, rasanya pas oprasi usus buntu ngga gini gini amat… makin lama aku makin tertidur, udah kayak dihipnotis Romy Rafael dech… ngga tau berapa lama, tapi diakhir akhir acara kiret, biusnya mulai ilang, mataku mulai sedikut melek karena mendadak nyeri yang semalam bisa aku rasakan, seperti ada sesuatu yang menggaruh isi rahimku, perawat yang memegangi tanganku dengan sabar berkata “Udah mau selesai mb… sebentar lagi ya” suara perwat itu terdengar jelas, namun aku kemudian tertidur lagi, Bangun bangun udah ada Mami, My Koko, sama Mertua masuk ke ruangan. Masih dengan mata yang berat,,, trus tertidur lagi pelan… sampai akhirnya 99% nyawa kesadaranku terkumpul juga.
Aku diperbolehkan pindah kamar, makan dan diizinkan pulang sore harinya. Hikss, nyesegnya lagi aku satu kamar sama mba-mba yang habis cesar, mana suara tangis dedeknya kenceng banget,,,,, rontok dech pertahananku kala itu… Sempet bertanya sama Tuhan, Adilkah ini???? Tapi aku harus tetap istiqomah,, harus tetap bersabar dan tidak melepas keimanan.
Sebelum maghrib aku udah sampai rumah, budhe sama bulek udah pada di rumahku semua, akunya masih merasa fit dan daripada ngga bisa moveon, langsung dech tancap laptop, ngelarin laporan yang tertunda. Saying di saying, tengah malamnya….lambung nyeriii kambuh (Menurutku sich aku alergi sama obat obatan antibiotic, perut langsung kayak kena magh).. wah sakit masihhh terus mengikutiku… seharian aku udah ngga bisa ngapa-ngapain… baru dech sore mulai enakan, meskipun badan jadi demam tinggi banget, tapi alhamdullah, setelah minum teh panas, tidur, malamnya udah baikan.. cumannnnnnnnnnnnnnn…belum kelarrrr nich…cumannnn esuk harinya perut bagian rahim, njaremmnya luar biasa..baru kerasa kayaknya efek kemarin di garuk garuk gitu… udah buat jalan susah bener, duduk mau berdiri aja ngga bisa… Alhamdulliahnya, aku masih bisa istirahat dirumah selama 1 pekan, kerjaan juga bisa aku handle dirumah. Senin berikutnya aku udah fit, udah move on, dan udahhhh semangat untuk melanjutkan hidup. Untuk masalah momongan?? Subhanallah,, rasanya justru waktu itu jadi plong, ngga ada beban, paling tidak aku pernah hamil, artinya aku sama suami sehat, besuk kalau emang rezeki, Allah pasti ngirim pengantinya. Pasca kiret itu, aku jadi mulai aktif bersosialisasi di ICI, nyenengin diri,, udah dari dulu pingin gabung bareng pecinta Intermilan.
Ngga cuman ngumpul sama anak ICI, aku jadi keranjingan sama touring bareng My Koko, yap.tetep pake scorpionya itu, kemana aja deh,, pokokknya punya segudang tujuan yang ingin kami kunjungi. Intinya melepaskan diri dari ketegangan, mengikhaskan dari kehilangan, dan berharap untuk anugrah dimasa depan…
2 Sepetember 2015
Lha kok tanggalnya jadi mundur….salah nulis karena ngantuk nich ya??? Ngga juga kok.
Ini adalah tanggal indahhhhhhhhhhhh dan hari dimana seluruh kehidupanku berubah drastis… Tanggal dimana Allah menjawab doa dan kesabaranku, Hari ini my Superhero mungil terlahir di dunia, tak banyak orang yang tau kapan dan seperti apa aku mengandung, karena emang selama 9 bulan, nyaris aku ngga pernah posting atau nyetatus soal kehamilanku, lebih lebih si dedek kayaknya ngga mau showoff, karena aku yang biasanya hoby selfie, jadi bener-bener males buat foto foto, Yang jelas…. Kini telah ada si mungil yang menjadi belahan nafasku  dan separuh lebih nyawa hidupku. Welcome in my Life…. Dahayu Adrinta Alianovna… Lindungi dia Ya Allah, selalu sehatkan dan panjangkanlah umurnya…jadikan ia anak yang Sholehah, dan izinkan aku menjadi orang tua yang bertanggung jawab untukny. Aamiin….

Wednesday, January 14, 2015

Narsis Bersama TongSIS !!!!! Uyeeeeeeeeeeeee

Cuapeeeeekkkkkkkkkkkk dech,,, haduw, aku masih ngga habis fikir kenapa aku pingin banget posting moment alay bin narsis yang ngga penting dan sumpahhhhh ngga ada segi positifnya sama sekali buat dunia pendidikan maupun pekerjaannnnn...........wkwkwkkk. Tapi naluri, jiwa, dan raga merasa sayang kalau menyianyiakan sebuah hasil karya seni yang luar biasa narsis....#Catet yang paling gede, Kegiatan ini sebaiknya jangan sering-sering dilakukan karena bikin garing dan capekkkkkk karena mati gaya.
Berikut dech beberapa hasil karya indah yang sempat kami abadikan ketika disela-sela waktu senggang di kantor.. #Upssss....stststtt!!! 
Bermula dari salah satu rekan ku yang masih membawa TongSis alias engKong Narsis...heheh, Tongkat Narsis maksudnya, nah, karena barang yang udah out of to date dikalangan para narsisme ini nongol ditempat aku kerja, kami yang termasuk tipikal non Alay, mendadak terserang Narsisme yang sangat luar biasa di atas batas kewajaran. Alhasil, terciptalah hasil jepretan yang sungguh membuat HP ku menjadi penuh muka muka warga ajiiipppp !!!.. Udah dech, ngga usah berlama lama, toh udah ak bilang sebelumnya kalau ini ngga bagus dan ngga layak di contoh... tapi dari pada fotonya berkarat di hardizk ku, yach sekalian aku share aja disini.....
 


Anggota Tim Narsisme : Aku, Ana, Fafa, Yendri, Hara, Totok, Rahman, Iqbal





Cayooooooooooooooo!!!!

Oh ya, ini ada bonus karena kecapekan narsis pake tongsis,, alhasil dua cewek ini kayaknya butuh rehabilitasi dini..... hheheheeeee



Friday, May 2, 2014

PUPUS : Bertepuk Sebelah Tangan

Dear Mr. X

Mr,....Pernahkah anda jatuh cinta?? Pernahkah  Anda menyayangi-nya hingga anda terkadang sulit untuk meninggalkannya? Pernahkah anda merasa tidak nyaman ketika belum bisa memenuhi permintaan dari yang  anda sayangi itu? Pernahkah anda sangat merasa bertanggung jawab, ketika terjadi sesuatu dengan yang anda cintai?  Pernahkah anda sangat merindukannya ketika lama tak bersua? Pernahkah anda merasa sangat khawatir kepadanya bahkan sering terbawa difikiran ketika ada something trouble yang terjadi padanya? Dan pernahkah anda merasakan patah hati…ketika semua rasa sayang yang anda berikan ternyata bertepuk sebelah tangan????
Kalau anda menyatakan belum pernah mengalaminya, atau bahkan tidak pernah mengalami.. hemmmm mungkin benar jika saat ini hati anda sedang tidak peka dengan rasa kecewa, akhirnya Anda pun tak mengerti kalau disekitar anda banyak yang tengah terluka…… Jika sekali saja Anda pernah mengalaminya, pastinya anda bisa mengerti apa yang kini sedang saya rasakan..
Seperti layaknya sebuah theme song dari salah satu iklan provider yang sempat menyentuh naluri saya berikut ini :

Aku tak mengerti apa yang kurasa…Rindu yang tak pernah begitu hebatnya..
Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tahu..
………………………………..
Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan..
Kau buat remukkk, seluruh hatiku..

Seperti itulah mungkin perasaan yang kini tengah saya rasakan, sebersit rasa kekecewaan yang mendalam ketika sebuah rasa sayang, cinta, dan perhatian yang sepenuhnya telah saya berikan ternyata tak terbalas sesuai dengan harapan.
Eittt….. jangan salah sangka, Kali ini saya tidak berbicara mengenai masalah hubungan hati dua sejoli, tapi tentang hubungan sayang yang saya rasakan antara saya terhadap sebuah wadah tempat dimana selama 3 tahun terakhir ini menjadi sumber mata pencaharian saya.
Jujur, Betapa kesalnya saya dibeberapa hari terakhir ini karena sebuah kenyataan yang jauh dari angan-angan, kesal  ketika pengabdian saya nampaknya tak berbalas sesuai dengan semestinya, bahkan sebuah janji janji itu hanya memberikan harapan kosong yang belum ada realitanya hingga kini.
Entah kepada siapa curhatan ini akan tersampaikan, ingin sekali uneg uneg dan rasa kecewa ini saya kiirmkan kepada para dewan yang duduk di kursi atasan, tapi rasanya bukan kapasitas saya untuk melakukan protes secara individual kepada sang juragan, saya hanya bisa  berharap penuh kepada pihak yang lebih berkompeten untuk bisa menyampaikan luka karena kecewa yang saya rasakan ini. Mungkin dengan sedikit mencurahkan perasaan di sini, perasaan jengkel dan kecewa akan sedikit terobati.
Bermula ketika sebuah asa terbentang dihadapan kami, para pekerja yang sudah haus dengan peningkatan kesejahteraan, harapan itu terpampang dan seolah menjadi penantian dipenghujung bulan, harap harap cemas menanti datangnya hak kami, sehari dua hari penantian itu belum juga berbuah hasil, hingga akhirnya tepat di tangal terakhir bulan April, apa yang kami nanti datang juga, sejuta simpul senyum tersimpul dibibir kami, namun ketika sebuah angka itu tak menunjukkan perubahan seperti janji yang sempat diutarakan, senyum kamipun menghilang lenyap ditelan kekecewaan.  Yach… harapan itu seperti hanyalah sebuah janji palsu yang hanya bisa membuat kami terdiam membisu…
Terkesan sedikit berlebihan ketika saya kemudian mengkiaskan kondisi yang saya rasakan ini bagaikan cinta yang tak terbalaskan, seperti halnya lirik lagu Pupus yang sempat terkenal di era-nya Dewa versi Once, yach… nyaris seperti itulah mungkin rasa kecewa dan sedih yang tengah saya rasakan, mungkinn tidak hanya saya, tapi kami… Setidaknya secuil goresan kata demi kata ini bisa menjadi perwakilan aspirasi perasaan kami yang tengah dilukai oleh sebuah kebijakan yang nampaknya tidak mengindahkan kami selayaknya tugas dan tanggung jawab yang kami emban.
Saya, ya saya !!!… sebagai seorang pegawai yang telah bernaung di sebuah instansi ini hingga hampir 3 tahun, belum sekalipun mersa sekecewa ini, seberat apapun tanggung jawab yang harus saya laksanakan, itu sudah saya anggap sebagai konsekuensi dari pekerjaan yang memang sudah dipercayakan kepada saya, dan bukan menyombongkan diri, tetapi saya adalah tipe orang yang menjunjung tinggi sebuah tanggung jawab karena sedari kecil keluarga saya sudah mendidik saya untuk hidup dengan penuh bertanggung jawab, saya memang bukan pekerja keras, bukan pula orang yang cerdas, tapi setiap tugas dan tugas yang sudah dipercayakan kepada saya, akan tetap saya jalankan dengan sepenuh hati… mengeluh bukan tipe saya meskipun sebagai seorang manusia biasa, rasa bosan dan jenuh itu terkadang menghampiri saya.. namun kembali saya tekankan kepada kesungguhan dan rasa hormat saya kepada pekerjaan yang berada di pundak saya, saya pun kembali terus memberikan stimulus pada semangat kerja saya, hingga perlahan demi perlahan saya mulai mencintai pekerjaan saya dengan sepenuh hati, bahkan mungkin loyalitas tak terbatas pun layak disempatkan pada diri saya ketika dimanapun dan kapanpun, dalam kondisi apapun saya harus siap sedia menunaikan tugas sekalipun diluar jam kerja. Loyalitas layaknya sudah jadi harga mati tidak hanya untuk saya, tapi untuk saya dan rekan rekan kerjsa saya lainnya. Sedikit tak berlogika memang ketika saya merasa gusar saat ada tanggung jawab yang belum bisa saya selesaikan, namun kembali karena rasa sayang dan kepedulian, serta cinta yang saya dapatkan dari sebuah keluarga kecil yang terbentuk di instansi ini, saya merasa ada kekuatan magic  yang membuat Nothing menjadi Something….. Namun betapa menyakitkan ketika  sebuah totalitas yang saya berikan, rasa sayang, cinta, dan kesetian yang selama ini saya berikan hanya berbuah cinta yang bertepuk sebelah tangn berbalik menjadi Something to Nothing…… betapa mengenaskan ketika hak yang saya dapatkan jauh dari tanggung jawab yang dibebankan… kali ini bukan masalah berapa banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan, seberapa besar beban tanggung jawab yang mesti saya jalankan… tapi kembali pada sebuah prioritas penghargaan yang nampaknya tidak pernah datang,, bukan hanya untuk saya namun lebih untuk kami yang telah memberikan kontribusi sepenuh hati kepada istansi ini.
Mungkin inilah sebuah bentuk kekecewan yang mendalam, ketika tanggung jawab yang semakin bertumpuk tak diiringi dengan hak yang disesuaikan dengan aturan. Entah apa yang akan terjadi kedepan ketika kondisi yang semakin lama semakin berbanding terbalik ini tetep dipertahankan. Hanya sekedar berani berfikir lugas, ketika keberanian memperjuangkan hak itu tak dimulai dari diri sendiri, siapa yang akan memperjungkannya? Ketika kami hanya diam… sama saja dengan kami menerima kebijakan yang semakin lama semakin mencekik kami… Saya mencoba untuk membuka fikiran dan idiologi saya kalau nampaknya tak layak cinta dan kesetian yang saya miliki ini akan terus saya berikan kepada sesuatu yang nyata-nyata tidak peduli terhadap kesungguhan saya dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawab saya.
Andai saya saya berada pada posisi dan kapasitas yang tepat, ingin rasanya saya bertanya kepada mereka yang duduk dikursi kebijaksanaan, sudah bijakkah aturan yang selama ini berjalan? Kalau saja mereka mendengar dan sedikit menengok kebawah, tahukah mereka demi sesuap nasi kami rela ditempa panas nya matahari dan didera hujan yang bertubi-tubi? Lihatkah kami yang tak hanya bekerja untuk diri sendiri, tapi untuk menafkahi anak dan istri??
Kepada mereka yang duduk dikursi kebijaksanaan, saya berharap adanya secercah harapan dan balasan kasih sayang, entah sudah berapa puluh cinta yang kami berikan, bukan hanya sebagai wujud alasan suatu pekerjaan, tapi karena kami memang memiliik nurani dan perasaan, kami memiliki rasa cinta dengan sebuah kewajiban yang harus kami jalankan, namun ketika kewajiban itu tak selaras dengan penghargaan yang kami terima, semangat juang kami pun sekali lagi kembali dipadamkan !!! Bukan masalah berapa besar pundi-pundi pendapatan yang bisa kami kumpulkan, tapi hanya memohon sebuah keadilan dan keseimbangan, karena memang sudah menjadi hukum alam ketika satu sisi memberi, ada sisi lain yang menerima…. Ketika apa yang sudah kami kerjakan sesuai dengan aturan, maka tak salah adanya ketika kami meminta hak sesuai dengan apa yang telah kami jalankan.

Perjuangan memang belum berakhir…. saya hanya bisa berharap aspirasi kami didengar dan tersampaikan… terimakasih untuk seorang bapak yang sudah memperjuangkan hak kami !!! kami nanti hasilnya di episode berikutnya….


#coretan orang gusar...

Saturday, March 15, 2014

Happy B'Day IN....................... 9 Maret 2014



Hemmmmmm,,, haiiii my Lovely Blog.. maaf beribu maaf…  beberapa waktu terakhir ini aku sudah “nyuekin” kamu… hehe. I know gimana rasanya di cuekin…wkwk, so… maaf yach… beberapa waktu terakhir  aku emang agak sibuk, bukan karena kerjaan..tapi sibuk nangkring di meja CS atau maenan uang setoran sales.. kalau ngga gitu ya sibuk ngrumpi….. Semenjak minta pindah posisi meja kerja dari lantai dua ke lantai satu, aku jadi jarang banget online didepan komputer.. udah ngga pernah online YM, jarang browsing, dan mulai jarang pegang HP… hahaa. Gara gara dilantai 1 juga, aku jadi sering jajan dan ikutan Hamsyong bareng genduk2 CS lainnya. Hamsyong??? Apain sich itu??? Yeachhh… hamsyong itu pokokknya situasi tak terduga yang cukup menyebalkan dan rasanya bikin emosi. Tapi sekalipun Hamsiyonggggggggggggggg, tetep ngakak ngakak juga endingnya !!!
Hemmmmm… pendahuluannya udah aja dech, ntar kepanjangan… langusng aja ke pokok pembahasan…hehee, yeah.. meskipun agak telat, tapi lebih baik telat daripad atidak sama sekali.. Masih inget dunk kalau bulan Maret ini ada satu tanggal yang sangat special buat aku, Yup… 9 Maret.. kenapa?? Masak masih harus diperjelas lagi, kayaknya setiap tanggal 9 Maret aku selalu memposting cerita di Blog ini…
9 Maret, sebuah tanggal yang sanggggggggggggggggggggggggggggt berarti buat aku, karena tanggal ini pula aku jadi cinta banget sama angka 9, selain angka paling tinggi, angka 9 sering juga disebut dengan angka keramat…heeee. 9 Maret 2014 ini, genap sudah perjalanan hidupku menginjak usia 28 tahun, tidak banyak yang special disetiap perayaan pengurangan kontrak hidupku dunia ini, satu satu nya hal yang istimewa adalah bisa merayakan pertambahan usia bersama my Lovely Football club, INTER MILAN… Buon Compleanno 106, my Inter… Love You Forever !!!!
Ditahun 2014 ini, tanggal 9 Maret tepat jatuh di hari Minggu, sebelumnya sich aku punya rencana pingin banget ngajak makan-makan temen temen ICI Solo pas dihari itu, sekalian merayakan Ultah Inter gitu, tapi karena satu dan lain hal, agenda yang aku rencakan itu belum bisa terlaksana…sadih sich udah kasih janji sama mereka mereka tapi aku belum bisa tepati, next time yach Prend…….!!! Oiya, untuk ultah kali ini aku sempetin pesen kue tart dengan logo Inter Milan di atas kuenya, pesennya juga di salah satu member ICI Solo yang bernama mas Hasan. Sabtu siang itu kue aku ambil sama my Koko Balo ke warung soup buah mas Hasan yang ada di depan bandara lama, sampai disana..eh… malah ketemu lagi sama si Fauzi… karena kue ku masih disave di rumah mas Hasan.. eittsss sebelumya aku sempet beli  soup buah 2 bungkus, giliran mau dibayar..malah dikasih gratissss (Terimakasihhhh mas Hasan) lalu kami ber4 pun bersama sama kerumah mas Hasan untuk ambil itu kue, ketika kue itu dikasihkan ke aku, wooow,, ternyata beratttt bangettttt…. Perjalanan dari Ngemplak ke rumah harus pelan pelan saja, takut itu kue bakal bleneg dijalan, bisa nangis 3 hari 3 malam nanti saya,,,, Malam harinya, menjelang isya… adik ku yang namanya Wahyu itu tiba-tiba nongol, katanya sich mau nimbrung ulang tahun,, wkwkkkk…(kebetulan tanggal lahir kami sama, cuman dia lahirnya tahun 2003.. selain Wahyu.. ada juga adik sepupuku lagi yang lahir di tanggal 9 Maret 1995, Aji Hayom Wardana… Happy B’Day my little brother).
Rencana malam minggu ini, aku pingin dinner bareng sama my Koko Balo, pilihan jatuh ke Pizza Hutz, jujur aja sich, aku ngga taunya nangkring jajan ditempat vip kayak gitu, jadi emang keliatan agak ndesooo banget ketika masuk, kaliii ini kepingin aja biar kayak orang gedongan gitu makannya di PH.. wkwkk………………. Setelah dicarikan meja sama pelayannya, kami pun memilih menu. Haduw, aku lupa tuch nama menunya apa aja…. Bahasanya asing smua..wkwkk !!! setelah semua hidangan tersaji dimeja, aku sama Koko emang agak ngrasa aneh aj, ini Pizza kok ukurannya nyaris sama dengan ukuran Pizza medium, padahal aku kan pesennya personal….. yeachhh, beberapa waktu kemudian setelah itu Pizza tersisa 2 potongan besar, sang pelayan datang dan menghaturkan maaf karena Pizza yang dihidangkan tidak sesuai dengan pesanan, karena memang pizza yang tersaji adalah pizza ukuran medium, namun dari PH tetap memberikan harga sesuai dengan pesanan……..wowwwwww, belum ultah aku udah dikasih discount sama banyak gratisannnn…. Haaaaaaaaaa.. (sapa suruh salah??? Hehehe). Karena Pizza-nya masih 2 potong, sama si Masnya pelayan diusulkan untuk dibungkus saja, ya oke ajalah….ini perut juga udah kagak muat kak….. heeeeeeee.
Keesokan harinya,, tepat 9 Maret 2014… Kuawali hariku dengan memulai kembali ber-badminton setelah nyaris 2 tahun vakum, awalnya masih kaku juga sich… tapi akhirnya keahlianku namplek wulu pun kembali aku keluarkan…………………haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Seusai bernamplek ria, sebagai antisipasi pegel dan kram otot, akupun mengoleskan counter*** dibeberapa bagian tubuh terutama lengan dan  kaki. Sekitar pukul 10.00, aku dan koko Balo mudik ke kampung halaman mertua,,wkwkkk… Ngga ada acara special juga selain panen rambutan, dan parahnya aku mesti manjat itu pohon rambutan, sedangkan koko Balo hanya ngliatin aku dari bawah…(penak men urip mu jo..!!!).
Setelah sore menjelang, kami kembali pulang…. Dan acara tiup lilinnyaaaaa pun dimulai.. tentu saja bergantian dengan si wahyu… wkwkkkkkkkkkkkkk….  Sayang banget sebenernya waktu mau potong kue tartnya… tapi ya mosok ngga di potong sich….. hehee
Happy B’day IN….. All The Best For You !!
 




*Forza Inter Milan 1908x*


Tuesday, January 7, 2014

It's My Code Name : Indyani Indri



Sebelumnya terimalah kata maaf dariku kalau sekiranya postingan kali ini aku sangat narsis (emang aku tercipta untuk jadi narsis dan lebay…..haaaaa, tapi tetep manis lho !!!!). Hemmm berharap aja sich dengan narsis narsisan disini ntar ada beberapa orang, teman, atau kerabat yang ingin mengenal aku lebih dekat, lebih dekat dan lebih deka lagi denganku.. ngga kenal maka ngga tak sayang lho..hahaaa. Yeach okelah, langsung saja menuju kesasaran, kali ini aku ingin menulis tentang my Code Name, yaitu sebuah nama singkat yang sudah aku buat hampir 10 tahun yang lalu, namun nama ini baru mulai aku launching beberapa tahun yang lalu, terutama aku pakai sebagai user akun di dunia maya.
Lanjut cerita…. Kala itu aku masih duduk di kelas 1 SMA, entah alasan apa tiba-tiba saja aku terfikir untuk membuat nick name, masih ingat betul ketika aku mencoba mencari dan merangkai huruf demi huruf untuk menemukan sebuah nama singkat yang mampu mewakili diriku. Bahkan hanya sekedar untuk urusan ngga penting dan ngga tau bertujuan untuk apa, aku rela menghabiskan lembar demi lembar kertas coretan bahkan disela-sela jam pelajaran berlangsung hanya untuk mendapatkan secuil nick name (#biasannya pas pelajaran yang bikin ngantuk gitu…hehe, Bapak/ ibu guru, maapin saya ya…).
Setelah melakukan semedi dan berbagai ritual (hahaa…dukun kali  yach), akhirnya aku temukan nama yang luar biasa keren. “Indyani”, itulah nama manis yang saat ini aku sematkan hampir disetiap akun sosial media yang aku punya. Namun sayangnya nama sebagus itu tidak langsung aku manfaatkan or aku gunakan sejak dahulu kala, jaman dulu tuch aku masih gaptek banget (emang sekarang kagak??) dan belum terlalu membutuhkan sebuah Code Name. Pernah sich ingin ikut-ikutan temen pake label name di seragam OSIS dengan Code Name tersebut, cuman kalau sampe ketauan Papi, pasti langsung kena marahh, kan waktu itu aku masih jadi anak baik nan polosss bangetess.
Beberapa tahun berlalu, code nama itu masih terus aku ingat.. namun ketika aku membuat akun Email untuk kali pertama, tepatnya dibuatkan oleh salah seorang teman kuliahku.. Aku masih bingung mau pake nama Indyani itu atau ngga… secara setiap aku nulis nama Indyani di lembar catatan kuliah, temen-temen selalu beranggapan kalau nama Indyani berarti Indri yang suka sama India (baca Film India)…yach, emang ngga 100% salah sich, coz emang zaman SD sampai SMA aku tuch gilleeee banget sama film dari negara asalnya Shahrukh Khan itu… tapi masalahnya saat itu aku sedang tidak ingin dikenal sebagai seorang India Lovers, hasilnya akun Email pertamaku pun bernama In_tristy93 (masih aktif sampai saat ini) yang ingin menonjolkan karakter Indri seorang Interisty, angka 9 dan 3 menunjukkan tanggal dan bulan dimana aku resmi dilahirkan ke dunia indah ini  (tanggal dan bulan yang sama dimana Inter Milan dilahirkan…)
Akun Sosmed, FB dan Twittwer (tapi jarang update tweet)
Kembali ke Indyani… sekitar tahun 2010, aku berniat menonakifkan akun FB lama karena satu dan beberapa alasan yang ngga penting dijelaskan, lalu memulai kembali dari NOL akun FB yang baru, dan kali inilah dengan kepercayaan diri yang tinggi, kemantapan tekad yang bulat, serta keyakinan yang kuat (halahhh.. kok jadi di dramatisir sich), aku pun memberi nama Akun FB ku dengan user name Indyani Indri (dengan email bernama Indyani93). Dan sejak saat itu, aku memutuskan memakai nama Indyani Indri sebagai My Code Name, dan hingga detik ini, aku memiliki beberapa akun baik di sosial media maupun dibeberapa aplikasi chating Android dengan nama Indyani Indri, sebut saja akun Twitter (meskipun ngga aktif aku update..haha), Akun Google hingga Youtube, user nama Email di Gmail, user name di Whatapps, BBM, YM,  Yello chat (baru denger ya?? Ngga familiar sich.. aplikasi chat perusahaan soalnya.. hahaa), dan tentu saja user name My Lovely Blogger ini, semua sengaja aku tulis dengan user name Indyani Indri.. (biar terkenal gitu ceritanya,,,hahaa)
Ini akun blog tercinta dan Ym, temen ngrumpi disaat dikantor....hehe
Dan, tepat sekali…. Sejak saat itu user name ini tentu saja mulai menjadi ciri khas ku, bahkan teman sekantorku pun ada yang mengira Indyani adalah nama asliku… hehehe, Bahkan aku mulai merasa mencintai nama ini sebagai nama sandi yang aku miliki. Gara-gara nama ini pula, sebagaian besar teman-teman ku di dunia maya menebak kalau aku adalah pecinta film film Bollywood karena user nama ku beraroma kata “India”. Yeah.. tak bisa dipungkiri juga dan aku ngga harus mengelak-nya, toh memang aku menyukai film serta musik India sedari aku kecil, dan jujur aku semakin menyukai code name ini karena begitu besar mewakili segala sesuatu tentang aku, termasuk salah satunya aku yang suka dengan film India.. hahaa (ngga dosa kan? Ngapain harus gengsi.. kalau gue suka?? Masalah buat loe??).
BBM, Whattapps, Instagram (baru coba-coba dan masih belia, sengaja belum follow juga sich)
Sudah aku jelaskan sebelumnya kalau Indyani ini adalah sebuah nama yang aku hasilkan dari coretan 10 tahun silam.. dimana kala pertama kali membuatnya, sama sekali tak bermaksud mencoba menghubungkannya dengan kegemaranku melahap film india atau bahkan bernyanyi lagu-lagu india, sekedar untuk berbagi, asal muasal Indyani adalah dari nama lengkap ku Indri Dyah Pujiyani,, inilah nama yang diberikan entah oleh siapa.. (kok ngga jelas gitu ya?? Xixi, nama Indri diberikan oleh beberapa murid Papi, kalau Dyah dan Pujiyani kayaknya dari Papi dech..). Dari ketiga kata itu, aku coba merangkainya satu persatu tiap suku katanya, dan ketemulah dengan nama Indyani yang paling keren dan sreg, yang merupakan hasil rangkaian dari :
In ---- Indri,  Dya ---- Dyah, dan Ani ---- Yani = InDyAni
Awalnya sempat terpikir untuk membuatnya jadi Indyajuni, Indyapuni, atau Indyauni.. tapi dari beberapa kandidat nama, yang menyentuh naluriku cuman Indyani, dan tambahan Indri adalah sebagai penegas kalau pemilik user Indyani adalah Indri.. hehehe,, Kerennn kan???
Seiring waktu, semakin nyadar kalau mereka yang mengenalku akan berfikir nick name ini berarti Indri seorang India Lover, tapi ternyata bukan hanya rekan or teman, bahkan orang awam dari dunia maya dan group ICI pun mengira hal yang sama… Hahaa, tapi aku tetep bangga kok, -this is real of me- (meskipun code name ini aku buat bukan berdasarakan hal tersebut), so aku mulai mengangap ini sebagai nilai plus dan bonus dari nama sekeren Indyani…. Hehe, yang pasti, sekali lagi!!!.. nama Indyani ini aku dapatkan dari gabungan nama lengkapku. Semakin menyenangkan adalah ketika awalan In- pun bisa juga bermakna Inter (Inter Milan) atau In-donesia or In-dosat (kartu seluler yang aku pakai dari pertama punya hp hingga sekarang, kebetulan juga kerja di dealernya Indosat).. kayaknya emang hidup ku sudah ditadirkan ngga boleh jauh jauh dari suku kata In.. trus kapan Out nya nich??? Ajiiiipppppppp bener dah….
Sungguh tiada kata yang bisa aku ungkapkan pada seseorang yang memberikan saran pada Papiku untuk memberikan nama IN-dri padaku, sebuah awalan In yang bermakna lengkap dalam hidupku.. yang jelas semua ini diluar rencana or kesengajaan hidup yang aku cipatakan… aku lahir di negara INdonesia, menyukai film INdia sedari SD, mulai jatuh cintrong pada INter milan sejak kelas 6 SD, sampai saat ini masih bekerja disalah satu dealer INdosat, dan aku paling suka kalau ada temen yang memanggilku dengan suku kata depan IN… (alangkah indahnya hidup ku,,, hehehe.. Thanks Allah)
Well……Sebenarnya agak ngga penting banget sich kenapa aku jadi narsis (kayaknya emang dari lahir udah ditakdirkan buat narsis juga nich) dan memposting something tentang profilku.. yach mungkin sekedar untuk share aja dech sapa tahu ada temen-temen FB/ Twitter/ atau dari group ICI yang tiba-tiba nyasar di salah satu postingan cantik ini.. tuch jadi tahu kan endingnya dari mana asal usul nama Indyani berasal, bukan semata-mata hanya karena aku suka film India dech…hehee, jadi kalau aku tiba-tiba pasang status NOFI, alias Nonton Film, bukan melulu film India lho ya.. !!!!! okeylah, cukup sampai disini dulu saja tema narsis narsis’an kali ini, lain waktu di perpanjang lagi… tetep dengan tema narsis namun beda cerita…………………..Lohhh???

Sampai jumpa


#Forza Inter Milan 1908x