Showing posts with label My Life My Inspiration. Show all posts
Showing posts with label My Life My Inspiration. Show all posts

Saturday, September 12, 2015

Kalung Payet Manis Kayak Punya Artis

Yap……
Berlanjut di sebuah mahakarya lainnya yang tak kalah aneh dari sebelumnya…. Masih berkutat di acsesori berwujud kalung, untuk model kali ini aku sengaja membuat agak lain dari teknik sebelumnya. Kalau kemarin terlihat hanya 3D, nah kali ini ak menyebutnya 3d plus plus…wwkkkk.
Kalung 3d plus plus ini mengapa beda dari sebelumnya? Yach, kalau sebelumnya aku cuman bikin betuk pola dan menggambar motif diatas pola, sedangkan project satu ini, aku sengaja membuat bentuk perkelopak baru kemuadian menyatukannya satu satu dengan benang, so…akan terlihat seperti kelopak bunga  sungguhan.
Berikut nich langkah membuat kalung mote 3D plus plus,,,hehe
1. Menyiapkan alat dan bahan yang masih saja tetep sama, seperti Gunting, Silet , Jarum. Untuk bahannya, Kain perca warna hitam (Atau sesuai selera), kain keras, payet pasir  Benang jahit, Benang Sulam.
2. Menyiapkan motif kalung, biar ngga binggung tuh mau bikin kalung kayak apa. Kalau sudah,seperti biasa, buat mal atau pola sesuai model yang diinginkan, nah bedanya kalau biasanya kan aku tinggal gambar aja di kain keras, trus dibalut dengan kain perca, kalau yang ini, bikin polanya per kelopak satu satu, kalau mau buat 5 kelopak, ya tinggal bikin pola di kain keras 5 buah kelopak, kemudian di balut dengan kain perca.
3. Kalau kelopak udah komplit, tinggal dirangkai dengan bantuan alat jahit, sehingga terbentuk rangkaian kelopak menjadi satu bunga utuh. Untuk sementara jadilah bunga, sebagai pemanis, tinggal tambahkan saja mutiara atau batu permata buatan di tengah-tengah bunga, berhubung temanya ini adalah habisin sisa payet yang ada, so….di setiap kelopak bunganya aku lengkapi dengan aksesori tambahan berupa payet pasir.
Setelah satu model selesai, tinggal membuat model pelengkap lain. Untuk kalung satu ini, aku variasikan dengan hiasan kupu kupu, dan jadilah seprti dibawah ini.
4. Kalau tiap bagian udah jadi, tinggal dech merangkai satu persatu sesuai dengan model yang diingikan. Setelah semua terangkai, tinggal melengkapi dengan tali penghubung. Untuk model ini aku mencoba menggunakan benang sulam yang sudah aku kepang (biar nggga terlalu tipis), untuk menyatukan kedua sisinya aku sengaja membuat simpul yang mana sebisa mungkin ini kalung dapat di atur tingkat pajang pendeknya,,,,heheeee
Dan, taraaaaaaaaaaaaaaaa…. Begiinilah hasilllllllnya….. cantikk kan.....

HUffff…. Sudah ngga sabar pingn make…tapi au dipake kemana??? Belum ada undngan kondangan and lagian juga dek Dayu belum genap 40 hari,, kata orang dulu masih pamali kalau bepergian gitu.

Kalung Unik Manik Manik Ala Indyani Cantik (Narsisssssssssss................)

Yeahhhhhhhhhhhhh….. libur panjang masihhhhh terus berlanjut, dan kemarin dalam penantian keluarnya sang Pahlawan mungil ke dunia, aku iseng iseng mengisi kesibukan biar ngga boring dengan berkreasi tangan dan menghasilkan ikat pinggang (Ada di posting sebelumnya).
Tidak hanya puas dengan hasil karya aneh tersebut, otak sama tangan masih saja terus menggali dan perfikir mau bikin apa lagi yach?? Toh bahan manic/ mote pasir masih berjible. Yup, setelah browsing-browsing motif  yang menrik hati, alhasil terbersit untuk membuat kalung manik, berharap bisa sedikit mirip dengan kalung yang sering terlihat dipake para artis-artis, jadi kalau yang terlihat seperti hiasan pakaian gitu, yang nempel di krah baju atau sekedar kalung pemanis yang Nampak seperti  menyatu dengan pakaian.
Nah,,,,,, cara bikinnya juga ngga jauh jauh amat dari bikin ikat pinggang , cuman karena udah terbiasa memainkan manic/ mote, untuk karya ini….racikan pemasangan manic mote menurutku jauh lebih memuaskan dari pada sebelumnya. Yukkkkk aku kasih jejak petualang si bahan setengah jadi menjadi kalung mote unik dan eksentrik ini.
1. Menyiapkan alat dan bahan, yang nyaris sama dengan cara membuat ikat pinggang, diantaranya : Gunting, Benang, Jarum. Untuk bahannya: Manik mote/pasir, Payet, Benang Sulam, Kain perca, Kain keras, kertas untuk membuat pola.
2 Berikutnya menyiapkan pola yang akan dibentuk. Untuk model kalung ini, sengaja tiap motif aku rangkai secara terpisah (Kalau ikat pinggang, tinggal satu rangkaian gambar trus di block mote pasir), nah kalau yang ini, aku mencoba membuat satu persatu lalu dirangkai kemudian.
3. Satu pola dicetak disebuah keras Hvs kemudian di blat di kain perca (Untuk kalung pertama ini aku memakai kain percaya berwarna putih). Setelah pola pertama terbentuk (Kain keras sudah terbalut dengan kain perca), tinggal member motif pada pola tersebut. Berhubung kainnya berwarna putih, aku bisa dengan mudah menggambar motif bunga di atas kain, ntar kalau udah ketutup mote pasir, coretan pensil ngga bakal kelihatan kok, so ngga perlu repot-repot nempelin kertas diatas kain pola.
Kalau udah terbentuk seperti contoh diatas, tinggal diisi aja dengan mote pasir/ payet/ atau apa saja sesuai selera . kali ini aku memadukan sisa mote pasir yang berwarna samber lilen alias warnanya campur-campur, trus aku padukan dengan mote pasir warna perak.
4. Satu pola udah selesai, lanjut dengan pola berikutnya sampai seluruh pola terlapisi mote/ manic-manik. Nah kalau udah kelar semua, baru dech disatuuin satu satu aliasn dirangkai, mengaitkannya cukup dengan dijait ditepi yang akan disatukan.
5. Langkah terakhir adalah membuat tali kalungnya, untuk kalung pertama ini, aku merangkai mote yang berbentuk batangan, yach sementara masih seperti yang nampak di gambar, tapi kok rasanya kurang sreg karena  ngga bisa di atur panjang pendeknya. Maybe next time mau aku ganti aja dengan benang sulam.
Dan………….jrengggg jrengggg, beginilah hasil akhir dari kalung mote unik season 1.
Untuk kalung berikutnya aku tulis di next posting aja yach, soalnya agak beda teknik dan cara membuatnya.

Semoga hasil yang iseng ini bisa member inspirasi untuk anakku dimasa depan.. (ini lho dek,, hasil karya mamah saat mengandung dirimu,,,,xixixi).


Friday, September 11, 2015

My Special Ikat Pinggang Manik Manik Mote Pasir



“Sembilan bulan ibu mengandung, dan melahirkan kita kedunia………………..”

Weleh, kok pembukaannya malah jadi nyanyi lagu jadul-nya Dea Ananda….padahal niat buka blog mau nulis something tentang kesibukanku dirumah pasca get out dari perusahaan yang baru aku diami selama kurang dari 3 bulan. Trus apa hubungannya dong dengan lagunya Dea di atas???? Heheeeee…. Yeach, alasan utama aku get out alias resign dari kerjaan karena akhirnya Allah mengirimkan calon superhero mungil yang bernaung di rahimku…. Subhanallah, setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya aku diizinkan kembali untuk mengandung.
Weeeeehhh wehhhh wehhh….. iitu adalah sebuah cerita paling special dalam hidup ku, so ngga bakal aku share sini karena pastinya akan aku posting di postingan yang khusus untuk si buah hati yang kini sudah terlahir di dunia, tepatnya 2 September 2015 pukul 12.30.
Oke oke,,,, yang udah pada ngiler pingin lihat hasil intuisiku selama nganggur dirumah… yach, aku bakal ceritakan detailnya, what for sich?? Yach hidupku terlalu banyak untuk sesuatu hal yang terlalu iseng, tapi semoga saja iseng isengku ini bisa bermanfaat dan berguna bagi nusa dan bangsa….(Nglindurrrrrr mulai dech,,,,efekkkkk ibu baru yang lagi hoby begadang nich !!!). Yach, kalau ngga bagi nusa dan bangsa, paling tidak yach sebagai penyalur inspirasi daripada mentog di hati sama di pikiran, ngga berkembang nich kreatifitasku,.
Pertama keisengan bermula dari keinginan untuk merubah baju/ pakaian lama yang ngga kepakai tapi masih bagus, al hasil gaun pengantin yang udah 3 tahun teronggrok dilemari, so akhirnya dengan sedikit modifikasi, semoga kelak kalau badan udah sexy bisa dipake lagi untuk acara kondangan or party party…
Nah, setelah kelar tuch mendesain baju, kepikiran buat bikin hiasan pake manik manik payet dibaju itu, tapi kok ntar cuman bisa nempel di baju itu doing donk?? Rugi kaleeeee, meskipun manik maniknya sebenarnya juga cuman manik manik bekas alias bahan sisa yang dulu sempet ngga kepake ato malah “ndedeli” lagi (ndedeli is ngambilin lagi bahan hiasan yang ditempelkan dengan benang dikain/ baju) manik manik yang udah terpasang dibaju lama and tidak terpakai. Nah loh, karena satu problem itu, tiap tengah malam disaat terbangun dan susah lagi untuk tidur, otak pun dipake buat menemukan intuisi…wkwkw, dan ketemulah ide untuk membuat ikat pinggang aje.
Berikut nich langkah langkah ala Indyani dalam proses membuat ikat pinggang dari bahan seadanya, 
1. Menyiapkan alat dan bahan, alatnya sih standar, seperti: Gunting, Silet, Benang, Jarum, Bolpoint. 
 
Sedangkan untuk bahan, tergantung model yang dikehendaki, untuk ikat pinggang pertama ini bahan yang aku pakai diantaranya : Kertas, Kain Keras, Kain Perca, Manik/ Mote/ Pasir/ Payet, Karet Elastis.

2. Menyiapkan motif yang akan djadikan model ikat pinggang, kalau aku sich coba nyari contoh dari mbah google trus, namun jangan sampe plagiat dech, so cuman ngliatin contohnya doing, trus bikin desain sesuai dengan keinginan, kalau aku sich tak buat pola dulu di kertas A4 ato HVS (trus tak simpen tuch motifnya… buat koleksi…wkwkkwwkwkkkkk……….). 
3. Buat dua pola yang sama persis (yang satu disimpen, yang satu di potong sesuai pola gambar).
Pola gambar tadi di jiplak dech di kain keras, kalau ngga punya kain keras ya beli dulu lah, murahhhh kok, seperempat meter cuman kisaran Rp. 5000,00.
4. Kalau udah buat pola di kain keras, trus di gunting lalu dibalut/ di tutup dengan kain polos (warna sesuai selera, kalau bisa sich hitam, biar manic maniknya keliatan kinclong, kalau tidak ada, ya bisa pake kain lain dech, manfaatin aja bahan bekeas disekitar lemari). Kebetulan aku nemu kain warna hitam, yach tak pake lah kain itu.
5. Kalau kain keras udah tertutup semua dengan kain perca (dibalut dengan cara menjahit ditiap tepian pola kain keras). Nah, berhubung kainnya hitam, aku ngga bisa gambar pola di atasnya, so cari cara mudah, tadi kan masih punya 1 pola yang dipotong yang sebelumnya dipake buat jiplak di kain keras, yap, tinggal tempelin aja tuch kertas berpola diatas kain keras yang sudah dibalut tadi, sesuaikan saja bentuk nya dengan kertas gambar.
6. Kalau sudah ditempel, tinggal berkreasi sesuai motif, mau di kasih manik manik warna apa, terserah. Kebetulan aku punya sisa payet dan mote warna putih tapi udah agak kusam, plus warna tembaga. Bagian tepi pola aku penuhi dengan mote pasir warna tembaga, kemudian bagian dalamnya aku isi full dengan mote warna putih kusam. Kalau bagian pola udah terbentuk, kertas yang tadi ditempel bisa di lepas kok.
7. Engggg ingggg enggg….. inilah hasilnya… motifnya aku suka, tapi saying, mote pasir nya kurang menyala, jadi kusam… trus motif bunga sama daunnya jadi ngga terlalu kelihatan, tapi ngga papa lah, namanya juga manfaatin bahan bekas yang ada dari pada ngga terpakai.
Oh ya, untuk membuat ikat pinggangnya, aku siapkan kain hitam sisa kain tadi, trus dijahit sedemikian rupa hingga bahan elastic bisa dimasukkan ke dalam kain hitam tadi, alhasil seperti dibawah ini.
Dan inilah hasil ikat pinggang pertama yang lulus uji kelayakan pakai… (Udah di pake duluan sama my mamy, karena waktu itu perutku masih buncit dan ngga mungkin pake gituan…haha).
Nah untuk project desain ikat pinggang kedua, ada dibawah ini. Intinya proses pembuatannya sich sama aja, cuman kalau yang ini sengaja ngga aku block, jadi warna kain itemnya masih keliatan, dan aku suka sama yang ini coz aku akhirnya beli mote pasir baru yang alhasil, warnanya putih kinclong kayak berlian. 
Untuk ikat pinggang satu ini, sementara belum lulus uji kelayakan, karena belum dipake kemane-mane, mungkin next time bisa dech aku pake, coz perutku udah ngga buncit lagi..
Begitulah project iseng iseng yang menghasilkan 2 ikat pinggang antic… (Bikinnya lama tuch, dengan perjuangan dan tangan yang bedarah-darah karena tertusuk jarum…hehe). Next project bakal aku posting di lain waktu, karena mata udah kelet pingin bobo, dan my Dayu juga lagi nyenyak nyenyaknya…aku mau boci dulu yach… see you again.

#Semoga menginspirasi........!!! :)